SAL Menipis, Pemerintah Andalkan Bantalan Fiskal dari Sisa Anggaran

  • 06 Apr 2026 15:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi keuangan negara masih aman
  • Purbaya menyebut, defisit anggaran tahun lalu tercatat sebesar 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)
  • pemerintah kembali menambah penempatan dana sebesar Rp 100 triliun

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi keuangan negara masih aman. Hal tersebut dikatakannya meski Saldo Anggaran Lebih (SAL) tersisa sekitar Rp 120 triliun di Bank Indonesia.

SAL yang merupakan tabungan pemerintah dari sisa anggaran tahun-tahun sebelumnya, sebelumnya tercatat sebesar Rp 420 triliun. Namun, sebagian besar dana tersebut telah dimanfaatkan untuk menjaga likuiditas dan mendukung perbankan nasional.

Sekitar Rp 200 triliun telah ditempatkan di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dan pemerintah kembali menambah penempatan dana sebesar Rp 100 triliun.

“Dengan demikian, total SAL yang telah digunakan mencapai Rp 300 triliun. Rp 200 triliun penempatan di bank, saya tambah lagi Rp 100 triliun, sisa masih Rp 100 triliun (Rp 120 triliun) di BI,” ujar Purbaya di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin ,6 April 2026.

Meski saldo tersisa relatif terbatas, pemerintah masih memiliki ruang fiskal tambahan. Hal ini berasal dari potensi penurunan defisit anggaran tahun 2025.

Purbaya menyebut, defisit anggaran tahun lalu tercatat sebesar 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, audit Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan defisit lebih rendah, yakni sekitar 2,8 persen.

Kondisi tersebut justru menciptakan ruang fiskal baru karena adanya anggaran yang tidak terserap. “Itu memberikan ruang, jadi ada dana tidak dipakai dan memberikan tambahan tahun ini SAL-nya,” ucapnya.

Ia mengakui, tidak terserapnya anggaran bisa menjadi catatan. Namun di sisi lain menjadi bantalan penting bagi stabilitas fiskal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....