Jaga Daya Beli, Dedi Mulyadi Nilai Kebijakan BBM Sudah Tepat
- 31 Mar 2026 08:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penggunaan energi secara bijak dinilai menjadi bagian dari solusi bersama
- Kebijakan stabilisasi harga BBM sudah tepat
- Pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi krisis energi global
RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Relawan Prabowo-Gibran sekaligus Ketua Projo, Dedi Mulyadi, menilai kebijakan stabilisasi harga BBM sudah tepat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global.
Menurutnya, pemerintah berhasil menjaga harga BBM tetap stabil meski terjadi lonjakan energi dunia. Kondisi tersebut dinilai memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Dedi menyebut kebijakan itu sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional yang tengah menghadapi ketidakpastian global.
Ia juga mengapresiasi kinerja Presiden Prabowo Subianto bersama Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero). Sinergi tersebut dinilai mampu menjaga pasokan serta kestabilan harga BBM.
“Stabilitas harga BBM berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar, Dedi, Selasa, 31 Maret 2026. Ia menambahkan hal ini turut memengaruhi biaya distribusi dan harga kebutuhan pokok.
Dedi mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Panic buying (panik belanja) dinilai justru dapat memperkeruh kondisi di lapangan.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Informasi yang tidak akurat berpotensi memicu keresahan sosial.
Dedi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi krisis energi global. Penggunaan energi secara bijak dinilai menjadi bagian dari solusi bersama.
Ia optimistis dengan kebijakan yang tepat, stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga. Dukungan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah belum menetapkan kebijakan khusus terkait potensi kenaikan harga BBM. Hal ini disampaikan di tengah dinamika global akibat konflik di Timur Tengah.
Ia menegaskan sektor transportasi tetap berjalan normal seperti biasa. Pemerintah juga belum menyiapkan langkah tambahan hingga saat ini.
Dudy menyebut pemerintah mengacu pada penjelasan Kementerian ESDM terkait kondisi BBM. Ia memastikan pasokan BBM nasional masih dalam kondisi aman.
“Sejauh ini semua hal yang terkait BBM aman,” ujarnya di Gedung Kementerian Perhubungan, beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut merujuk pada informasi dari jajaran Kementerian ESDM.
Menurutnya, belum ada alasan untuk mengambil kebijakan baru dalam waktu dekat. Selama stok BBM dinyatakan aman, kondisi dinilai tetap terkendali.
Meski begitu, Kementerian Perhubungan tetap membuka ruang evaluasi. Langkah ini dilakukan jika dampak global mulai memengaruhi biaya operasional transportasi.
Ia menyebut evaluasi akan mempertimbangkan berbagai kemungkinan ke depan. Termasuk menjaga keseimbangan antara tarif terjangkau dan kondisi ekonomi global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....