PHE ONWJ Selesaikan Fase Kritis Proyek OO-OX Guna Tingkatkan Produksi Minyak

  • 30 Mar 2026 01:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PHE ONWJ berhasil menyelesaikan tahap penyambungan pipa dari Sumur OOA ke kilang Balongan dengan selamat.
  • Proyek strategis tersebut berpotensi besar menambah produksi harian nasional sebesar 3.000 barel minyak mentah.
  • Perusahaan mampu mencatatkan 3.000.000 jam kerja selamat melalui penerapan disiplin keselamatan yang sangat ketat.

RRI.CO.ID, Indramayu - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menuntaskan fase krusial pengembangan proyek di Indramayu. Langkah tersebut dilakukan guna menambah produksi harian sebanyak 3.000 barel minyak per hari (BOPD).

Proyek besar ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi gas bumi. Kapasitas gas yang akan diserap diperkirakan akan mencapai potensi sebesar 21-22 juta kaki kubik.

Tahapan penyambungan pipa dari Sumur OOA ke fasilitas kilang Balongan berlangsung lancar selama 120 jam pengerjaan simultan. Proses teknis yang disebut tie-in ini dilaksanakan mulai tanggal 7 hingga 12 Februari 2026.

“Pada periode golden moment, saat aliran hidrokarbon dihentikan sementara, kami melakukan pengelasan di tujuh titik secara simultan dengan tetap mengedepankan keselamatan. Integrasi aset eksisting dan sistem baru menjadi kunci agar operasional ke depan lebih efisien dan andal,” ujar Project Lead OO-OX Asep Gunawan.

Tim lapangan melakukan pengelasan pada tujuh titik berbeda secara bersamaan guna mempercepat penyelesaian target fisik yang sangat menantang. Keberhasilan penyelesaian fase krusial ini penting untuk menjaga pasokan energi nasional serta mendukung keberlanjutan stok bahan bakar.

Pekerjaan instalasi elektrikal dilakukan dengan pengawasan ketat meskipun kondisi cuaca saat itu sedang memasuki musim monsun ekstrem. Seluruh kru tetap menjalankan disiplin eksekusi melalui penerapan prinsip empat P yakni "people, plant, process, dan product".

Perusahaan juga mencatatkan pencapaian lebih dari 3.000.000 jam kerja tanpa adanya insiden kecelakaan kerja sama sekali. Hal ini menjadi bukti konsistensi dalam menjaga standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang sangat tinggi.

“Prinsip kami jelas. Keselamatan adalah fondasi utama sebelum bergerak lebih cepat dan memberikan hasil terbaik bagi ketahanan energi Indonesia,” kata General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama dalam keterangannya di Indramayu, Minggu, 29 Maret 2026.

Kini proyek Lapangan OO-OX segera memasuki tahap commissioning sebagai langkah akhir sebelum memulai operasional produksi minyak komersial. Target operasional produksi penuh diperkirakan terealisasi pada Kuartal I tahun 2026 untuk memperkuat upaya ketahanan energi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....