KBRI Tokyo Siap Kawal Kesepakatan Indonesia-Jepang bidang Energi di Blok Masela
- 19 Mar 2026 00:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.co.id, Tokyo - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo berkomitmen mengawal implementasi kesepakatan energi Indonesia dan Jepang khususnya di Blok Masela. Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang, Ryosei Akazawa, 15 Maret 2026.
Menteri Bahlil juga bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo. Pertemuan ini mendorong percepatan proyek senilai USD 20 miliar atau sekitar Rp 339 triliun di Blok Masela.
Proyek Blok Masela dinilai memiliki nilai penggerak ekonomi baru bagi Indonesia Timur. Proyek ini sekaligus sumber pasokan gas besar untuk industri nasional di masa depan.
Blok Masela dikelola oleh PT Inpex Masela Limited (65%) dan Shell Upstream Overseas Services Ltd (35%). Blok seluas 4.291,35 km², terletak di Laut Arafura, 800 km timur Kupang, NTT atau 400 km dari Darwin, Australia.
Kontrak kerja sama Blok Masela ditandatangani pada 16 November 1998. Dubes Indonesia untuk Jepang Kartini Sjahrir mengatakan, kesepakatan Rp339 triliun di Blok Masela merupakan tonggak sejarah ketahanan energi nasional.
KBRI Tokyo terus melakukan fungsi fasilitasi agar tahap Front-End Engineering and Design (FEED) dapat tepat waktu kuartal III 2026. Hal ini guna mencapai target produksi pada 2029-2030.
FEED adalah fase proyek tahap awal setelah studi kelayakan dan sebelum kontrak utama. Fase ini mendefinisikan persyaratan teknis, memperkirakan biaya investasi dengan akurat, dan menetapkan dasar desain kontrak.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sistem energi yang lebih terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan bagi kedua negara. Untuk sektor mineral kritis, kerja sama ini diarahkan pada penguatan rantai pasok global agar lebih aman.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi energi bersih, melalui pemanfaatan sumber mineral yang dimiliki Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir mengatakan, kerja sama ini bukan sekadar angka investasi.
Kerjasama ini wujud kemitraan strategis Indonesia-Jepang dalam menjawab tantangan transisi energi global. "KBRI Tokyo siap memastikan setiap butir kesepakatan ini diterjemahkan dalam aksi nyata," kata Kartini Sjahrir.
"Ini untuk memberikan nilai tambah ekonomi nasional dan mempererat kedua negara," kata Kartini dàlam siaran pers KBRI Tokyo. Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia terbuka kepada pemerintah maupun pengusaha Jepang mengelola mineral kritis di Indonesia.
Bahlil mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek ini, yang telah mencapai sekitar 25 persen. "Selambatnya kuartal ketiga tahun ini, supaya secara paralel melakukan tender Engineering Procurement Construction (EPC)," kata Bahlil.
EPC adalah perjanjian utama dalam industri konstruksi, khususnya untuk proyek-proyek berskala besar dan kompleks. Kontraktor EPC menyediakan layanan komprehensif—perancangan (Rekayasa), pengadaan material, dan pembangunan (Konstruksi).
Menteri ESDM kembali mengingatkan INPEX untuk konsisten dalam memenuhi target yang telah disepakati di Blok Masela. Menteri Jepang Ryosei Akazawa menekankan pentingnya penguatan kerja sama antar negara khususnya menjaga ketahanan energi dan keberlanjutan pasokan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....