AAKI Dorong Pemerataan Program Magang Nasional hingga ke Daerah
- 13 Mar 2026 23:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – AAKI menilai program magang nasional masih terkonsentrasi pada perusahaan maupun institusi pemerintahan yang berada di wilayah pusat. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan kebijakan pelaksanaan program belum sepenuhnya menjangkau daerah.
Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) mengatakan kebijakan program magang masih bersifat Jakarta-sentris atau terpusat di wilayah Jabodetabek. Ia menilai pemerintah pusat perlu berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan program tersebut menjadi kebutuhan nasional.
“Saya rasa ini kebijakannya kan masih Jakarta-sentris ya, artinya untuk sebut Jabotabek-sentris, sehingga bagaimana itu bisa bersifat nasional. Inilah menurut saya peran pemerintah pusat harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, untuk memastikan program ini benar-benar menjadi kebutuhan bersama,” ucap Trubus Rahardiansyah usai Seminar Nasional Program Magang Nasional di Board Room Delloitte, The Plaza Office Tower, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga penting agar daerah memperoleh manfaat langsung dari pelaksanaan program magang. Ia menjelaskan peserta magang yang menerima uang saku dapat mendorong aktivitas konsumsi di daerah tempat pelaksanaan.
Kondisi tersebut dinilai dapat membantu menggerakkan perekonomian lokal melalui aktivitas belanja peserta magang. “Uang saku ini bisa konsumsikan untuk membeli apa saja, menjadi konsumtif, dan itu kan menggerakkan perekonomian di daerah,” kata pengamat tersebut.
Trubus juga mendorong keterlibatan sektor swasta agar akses program magang semakin luas hingga ke daerah. Dengan demikian, kesempatan mengikuti program tidak hanya terpusat di Jakarta tetapi juga terbuka bagi daerah lain.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan persebaran program magang nasional juga menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, pemagangan perlu menjadi instrumen penting untuk mendistribusikan sumber daya manusia (SDM) muda ke berbagai daerah.
“Persebaran pun juga menjadi perhatian bagi kami. Istilahnya gini ya, pemagangan ini harusnyakan juga menjadi instrumen penting untuk bisa mendistribusikan SDM-SDM, talenta-talenta muda kita,” ujarnya.
Ia juga menilai program pemagangan tidak seharusnya hanya terkonsentrasi pada kota-kota besar maupun wilayah tertentu. Talenta muda dari daerah dinilai perlu didorong berkontribusi bagi pembangunan di wilayah masing-masing.
“Jangan sampai mereka orang daerah semua pergi ke kota. Mereka terkonsentrasi di Jawa, mereka banyak yang ngumpul di Jakarta, ini adalah yang dialami,” kata Anwar.