Geopolitik Timur-Tengah Memanas, Pasokan Pupuk Nasional Dipastikan Aman

  • 09 Mar 2026 13:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik Timur-Tengah. Pupuk Indonesia memastikan kapasitas produksi dan cadangan bahan baku cukup menjaga keberlanjutan pasokan pupuk nasional bagi petani.

Pupuk Indonesia tetap menjaga kualitas sebagai produsen pupuk terbesar ketujuh dunia dengan kapasitas produksi besar untuk pasar domestik."Pupuk Indonesia berkomitmen menjalankan mandat pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani," kata Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira dalam keterangan kepada RRI, Senin 9 Maret 2026.

"Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi, kami memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman. Sehingga petani dapat terus menanam, tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk," uajrnya.

Yehezkiel memastikan, saat ini kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup mencapai 14,5 juta ton pupuk per tahun untuk berbagai jenis. Kapasitas pupuk urea perusahaan bahkan dinilai mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik Indonesia secara stabil setiap tahun.

"Pupuk Indonesia merupakan produsen urea terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur-Tengah, dan Afrika Utara. Dengan kapasitas produksi yang kuat tersebut, kami memiliki kemampuan untuk menjaga pasokan pupuk tetap optimal bagi petani Indonesia," ujarnya.

Tempat penyimpanan pupuk Indonesia, (Foto: PT Pupuk Indonesia)

Menurutnya, produksi urea nasional secara fundamental dinilai mandiri karena bahan baku gas bumi dipenuhi dari domestik oleh industri. Eskalasi konflik di Selat Hormuz disebut tidak berdampak langsung terhadap pasokan pupuk urea nasional bagi sektor pertanian.

Pupuk Indonesia juga memperkuat ketahanan rantai pasok melalui diversifikasi sumber bahan baku strategis untuk produksi pupuk. Langkah tersebut dilakukan karena beberapa bahan baku pupuk tidak tersedia alami di Indonesia hingga perlu impor.

Saat ini perusahaan memperoleh pasokan fosfat dari Maroko Tunisia dan Aljazair di kawasan Afrika Utara untuk produksi. Sementara pasokan kalium diperoleh dari Kanada dan Laos yang berada di luar wilayah konflik Timur Tengah saat ini.

Bahan baku lain yang berpotensi terdampak konflik Timur Tengah adalah sulfur dari beberapa negara pemasok utama perusahaan. Pasokan sulfur sebelumnya berasal dari Uni Emirat Arab Qatar dan Kuwait bagi kebutuhan produksi pupuk nasional.

Perusahaan menyebut sumber sulfur alternatif juga tersedia dari Kanada sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi sejak awal. Selain diversifikasi pasokan perusahaan memperkuat manajemen stok fosfat kalium dan sulfur untuk mendukung produksi pupuk nasional berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....