Gerakan Pangan Murah Digelar di Kebumen Jelang Idulfitri
- 08 Mar 2026 10:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kebumen - Pemerintah menggelar Gerakan Pangan Murah menjelang Idulfitri 2026. Program ini menjaga pasokan dan harga pangan tetap terkendali.
Kegiatan dilaksanakan di Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, Jumat 6 Maret 2026. Program digelar melalui kolaborasi berbagai pihak.
Program tersebut diinisiasi Badan Pangan Nasional. Pelaksanaannya bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan stabilitas pangan memerlukan kolaborasi. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.
“Pengendalian pasokan dan harga pangan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Jadi pemerintah tidak dapat bekerja sendiri,” ucap Maino Dwi Hartono.
Menurutnya kolaborasi melibatkan pemerintah, pelaku usaha, petani, dan peternak. Sinergi ini penting menjaga stabilitas pangan.
Kegiatan digelar bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kebumen. Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996 juga terlibat.
| Baca juga: Kementan Gaspol Tingkatkan Produksi Pangan |
Program Gerakan Pangan Murah terus digencarkan di berbagai daerah. Upaya ini menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.
Hingga 5 Maret 2026 kegiatan GPM telah dilaksanakan 2.644 kali. Program dilakukan di berbagai wilayah Indonesia.
Sebanyak 20 kegiatan digelar pemerintah pusat. Kegiatan lainnya dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat.
Sebanyak 263 kegiatan dilakukan di 33 provinsi. Kemudian 2.148 kegiatan digelar di 312 kabupaten dan kota.
Sebanyak 213 kegiatan juga dilaksanakan masyarakat dan swasta. Program ini memperkuat stabilisasi harga pangan.
Dalam kegiatan tersebut digelar teleconference bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Ia memantau pelaksanaan GPM di seluruh daerah.
Program GPM digelar serentak di 35 kabupaten dan kota. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi pemerintah provinsi.
“Program ini membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau,” ucap Ahmad Luthfi.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memastikan stok pangan daerah aman. Masyarakat diminta tidak melakukan panic buying.
Ia menegaskan harga komoditas lebih murah dari pasar. Pasokan berasal langsung dari produsen.
Pemotongan rantai distribusi membuat harga lebih terjangkau. Hal ini membantu menjaga daya beli masyarakat.
“Harga yang ditawarkan di sini berada di bawah harga pasar karena komoditas didatangkan langsung dari produsen, petani, dan peternak, sehingga memotong mata rantai distribusi,” ucap Bupati Lilis.
Masyarakat juga memperoleh kupon potongan harga. Lebih dari 3.000 kupon disediakan dalam kegiatan.
Kupon bernilai Rp5.000 hingga Rp10.000. Kupon dapat digunakan saat berbelanja pangan.
Harga komoditas dijual di bawah pasar. Beras SPHP dijual Rp60 ribu per lima kilogram.
Minyak goreng dijual Rp15.500 per liter. Telur ayam dijual mulai Rp24 ribu per kilogram.
Daging ayam dijual Rp17.500 per setengah kilogram. Gula pasir dijual mulai Rp16 ribu per kilogram.
Perwakilan Alumni SMAN 1 Kebumen Irma Agustanti menyampaikan dukungan masyarakat. Alumni membantu penyediaan voucher belanja.
Ia berharap kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat. Program juga mendukung stabilisasi harga pangan.
" Alumni SMA N 1 Kebumen Angkatan 1996 menggandeng Bapanas serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk melaksanakan GPM dengan memberilan bantuan voucher belanja masyarakat. Mudah-mudahan ini semua bermanfaat bagi masyarakat," ucap Irma.
Pemerintah berharap kegiatan serupa terus digelar. Stabilitas pangan diharapkan terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....