Wapres Tinjau Proyek Talavera Jetty Milik Semen Indonesia di Tuban

  • 06 Mar 2026 20:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi Talavera Project Jetty. Proyek ini milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang berada di kawasan Socorejo, Kabupaten Tuban, Jumat, 6 Maret 2026.

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung perkembangan proyek yang diharapkan memperkuat kapasitas ekspor. Proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri semen nasional di pasar global.

Proyek yang dikelola oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk tersebut dirancang sebagai fasilitas ekspor semen berkapasitas besar. Tentunya didukung teknologi modern guna meningkatkan efisiensi operasional dan distribusi.

Dalam kesempatan ini, Wapres mengapresiasi perkembangan proyek yang telah mencapai 98 persen. “Semoga segera operasional dan mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global serta agenda pembangunan berkelanjutan,” kata Wapres Gibran.

Dalam peninjauan, Wapres melihat sejumlah fasilitas yang diproyeksikan mampu mengirim 500 ribu hingga 1 juta ton semen ke pasar internasional. Proyek ini merupakan kerja sama strategis antara SIG melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan Taiheiyo Cement Corporation.

Proyek ini mencakup pengembangan terminal khusus dari kapasitas 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT. Peningkatan ini melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan fasilitas dermaga yang telah ada.

Selain itu, pengembangan juga meliputi pembangunan fasilitas produksi seperti blending silo system berkapasitas 8.000 ton. Lalu clinker silo system berkapasitas 15.000 ton serta dua cement silo system masing-masing berkapasitas 18.000 ton.

Untuk mendukung distribusi, proyek ini dilengkapi fasilitas transport berupa tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer dan tripper conveyor. Lalu ship loader berkapasitas 1.000 tons per hour (tph) yang berfungsi mengirim semen curah dari pabrik menuju kapal di dermaga.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan proyek ini diharapkan dapat segera rampung dan beroperasi optimal pertengahan 2026.

“Proyek ini akan menjadi tonggak penting tidak hanya dalam memperkuat kapasitas distribusi. Tetapi juga berkontribusi terhadap daya saing pasar ekspor dan memperkuat jaringan distribusi global Perseroan di tengah tantangan pasar domestik yang semakin kompetitif," ujarnya

"Semoga kerja sama dengan Taiheiyo ini membawa hasil optimal dan berkontribusi pada pertumbuhan kinerja kedua grup. Dan yang paling penting, memperluas layanan karya anak bangsa di kancah dunia,” ujar Indrieffouny.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....