IHSG Anjlok 5 Persen, Komisi XI DPR Nilai Tekanan Jangka Pendek
- 05 Mar 2026 13:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi XI DPR RI menyorot tajam, anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada, Rabu 4 Maret 2026 kemarin. Tepatnya, setelah IHSG mengalami koreksi tajam mencapai 5 persen ke level 7.500.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai, pergerakan IHSG kemarin lebih banyak dipicu oleh faktor sentimen. Sehingga, sifat tekanannya hanya jangka pendek.
"Misalnya, sentimen lembaga pemeringkat internasional yang memangkas outlook utang atau kredit Indonesia. Bursa saham, pasar modal, SBN, diberikan tekanan oleh sentimen," kata Misbakhun dalam forum CNBC Indonesia Market Outlook 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, dikutip Kamis, 5 Maret, 2026.
Era globalisasi yang semakin terintegrasi, menurutnya, sektor keuangan memiliki tingkat sensitivitas yang ekstrem terhadap faktor sentimen. Isu sekecil apa pun, dinilainya dapat langsung mempengaruhi persepsi dan keputusan investasi.
"Bayangkan fundamental ekonomi kita yang stabil, berada dalam kurun waktu yang panjang di atas 5 persen. Kemudian kita punya cadangan devisa yang kuat, kemudian defisit APBN yang terkendali," ucap Misbakhun.
Menjaga kredibilitas dan integritas BEI demi membuat IHSG tangguh, ia mengungkapkan, komunikasi pemerintah harus semakin baik. Terutama, dalam menunjukkan betapa kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.
"Jadi fundamental yang begitu kuat dalam struktur ekonomi makro ini masih dipengaruhi sentimen. Kalau menurut saya harus ada komunikasi yang kuat, kita mempertaruhkan nama negara Indonesia," ujar Misbakhun.
Diketahui, IHSG melemah dan turun sebanyak 280,37 poin atau turun 3,50 persen ke level 7.661,21 pada perdagangan Rabu pagi. Pelemahan ini melanjutkan, koreksi signifikan pada perdagangan kemarin di mana IHSG turun 0,96 persen.
Nilai transaksi Rabu pagi, mencapai Rp9,63 triliun, melibatkan 17,78 miliar saham dalam 1,15 juta kali transaksi. Seperti diketahui, semenit setelah pasar buka, IHSG terkoreksi makin dalam dan turun hingga 1,48 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....