DPR Harapkan Momen Mudik 2026 Distribusikan Kesejahteraan dari Kota ke Desa
- 04 Mar 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko mengharapkan, mudik Lebaran 2026 menjadi momentum distribusi kesejahteraan dari kota ke desa. Perputaran uang dari para pemudik itu, dinilainya sebagai bahan bakar utama penggerak UMKM dan sektor pariwisata di daerah.
Namun, politikus PKB ini mengingatkan, potensi ekonomi ini hanya bisa maksimal jika infrastruktur dalam kondisi prima. Infrastruktur di darat, laut, dan udara harus segera dibenahi pemerintag jelang arua mudik dan balik Lebaran 2026.
“Dana yang mengalir ke daerah akan menggairahkan ekonomi lokal. Tugas pemerintah adalah hadir memberikan kepastian bahwa perjalanan mereka aman dan nyaman," kata Sudjatmiko dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Lalu, ia mendorong, adanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan BUMN hingga pihak swasta. Semua itu, demi meredam beban pembiayaan yang tidak hanya bertumpu pada APBN.
“Ruang perluasan program mudik gratis Lebaran 2026 ini masih sangat besar. Kita butuh kolaborasi konkret agar kapasitas angkut meningkat signifikan dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Sudjatmiko.
Pergerakan mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan menghadirkan tekanan mobilitas terbesar sepanjang sejarah transportasi nasional. Skala perjalanan yang diproyeksikan melibatkan lebih dari separuh populasi Indonesia menjadi indikator meningkatnya intensitas arus tahunan tersebut.
Berdasarkan data terbaru Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Sabtu 28 Februari 2026, sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia atau sebanyak 143,91 juta orang diperkirakan bakal melakukan perjalanan mudik tahun ini. Sabtu 28 Februari 2026.
Distribusi perjalanan menunjukkan dominasi kuat Pulau Jawa sebagai pusat aktivitas perpindahan masyarakat selama musim Lebaran.
Kawasan tersebut tetap berperan sebagai wilayah asal sekaligus destinasi utama perjalanan nasional. Dari sisi daerah asal, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pemudik terbanyak, yakni sekitar 30,97 juta orang.
Di posisi berikutnya terdapat Jawa Tengah dengan 27,29 juta orang, DKI Jakarta sebanyak 19,93 juta orang, serta Jawa Timur sekitar 17,12 juta orang. Pola tujuan perjalanan memperlihatkan konsentrasi kedatangan terbesar tetap tertuju pada wilayah Jawa Tengah.
Provinsi tersebut menjadi lokasi penerimaan pemudik paling dominan dibandingkan daerah lain. Sementara itu, untuk daerah tujuan, Jawa Tengah menjadi tujuan favorit para pemudik dengan jumlah mencapai 38,71 juta orang.
Disusul Jawa Timur yang diperkirakan menerima 27,29 juta orang. Kemudian Jawa Barat sebanyak 25,09 juta orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....