Mudik Lebaran 2026, Stok Energi Bertahan 21 Hari, Komisi XII DPR: Alarm Keras
- 03 Mar 2026 15:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Bayang-bayang kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) menghantui kesiapan arus mudik dan Balik Lebaran 2026. Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari meminta, pemerintah segera mengambil langkah konkret.
Pernyataan tegas politikus PKB ini, merespons pengakuan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Ketum Golkar itu menyebutkan, cadangan energi nasional saat ini hanya mampu bertahan selama 21 hari.
"Pernyataan tersebut adalah 'alarm keras' yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Mengingat mobilitas masyarakat akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat," kata Ratna dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Ratna menegaskan, ketahanan stok dan kelancaran distribusi BBM menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Jangan sampai, para pemudik Lebaran 2026 dibuat kesusahan akibat kelangkaan energi.
“Jangan sampai secara nasional terlihat aman, tetapi di lapangan terjadi kelangkaan karena distribusi tidak optimal. Mudik akan mendongkrak konsumsi BBM secara signifikan, pemerintah harus menjamin tidak ada kendala pasokan,” ucap Ratna.
Kemudian, ia menyoroti, risiko lonjakan permintaan pada komoditas vital seperti BBM, LPG, hingga avtur. Menurutnya, tanpa antisipasi matang, ketimpangan antara stok pusat dan ketersediaan di daerah dapat memicu keresahan sosial.
"Keresahan itu mulai dari antrean panjang di SPBU hingga kelangkaan gas melon. Ketahanan energi adalah bagian dari ketahanan nasional, momentum mudik tidak boleh terganggu hanya karena persoalan pasokan," ujarnya.
Sebelummya, data dari Reformasi Syndicate mempertegas urgensi peringatan tersebut. Saat ini, kebutuhan BBM nasional mencapai 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari.
Angka ini berbanding terbalik dengan realitas produksi minyak mentah dalam negeri. Yakni, hanya menyentuh kisaran 500.000 hingga 600.000 barel per hari.
Defisit yang mencapai lebih dari satu juta barel per hari ini membuat posisi Indonesia sangat bergantung pada impor. Selain itu, Indonesia juga bergantung pada ketersediaan cadangan strategis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....