SPBU Juanda Bekasi Ditutup Sementara Usai Temuan Pertalite Diduga Tercampur Air

  • 01 Mar 2026 22:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kota Bekasi – Sebuah SPBU di Jalan Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, ditutup sementara oleh pihak pengelola. Penutupan dilakukan setelah ditemukan adanya bahan bakar jenis Pertalite diduga tercampur air.

Temuan ini terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026. Para pengendara sepeda motor dan mobil mendadak mogok tak lama setelah mengisi Pertalite di SPBU tersebut.

Banyak pengendara kemudian kembali ke SPBU untuk mencari tahu penyebab mogoknya kendaraan. Petugas melakukan pemeriksaan menggunakan alat uji dan menemukan indikasi adanya campuran air di dalam Pertalite.

Peristiwa tersebut lantas viral di media sosial. Kejadian ini menjadi perbincangan luas di kalangan publik.

Salah seorang korban, PJ, mengaku motornya mogok setelah mengisi Pertalite. Awalnya ia mengira motornya bermasalah, namun ternyata pengendara lain juga mengalami hal sama.

“Saya coba starter beberapa kali tapi tidak bisa, motor saya sebelumnya tidak bermasalah. Ternyata motor pengendara lain juga mogok setelah isi Pertalite di SPBU ini,” kata PJ.

Beruntung, kendaraan PJ kembali menyala setelah bensin dikeluarkan dari tangki. Pihak SPBU kemudian mengganti bahan bakar dengan yang baru.

“Motor saya akhirnya bisa menyala kembali setelah pengisian ulang bensin. Tapi beberapa kendaraan lain masih belum bisa menyala,” ujar PJ.

Pengawas SPBU Jalan Juanda, Ragil Pambudi, membenarkan peristiwa mogoknya sejumlah kendaraan. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen yang merasa dirugikan.

"Intinya kejadian ini memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena terjadi campuran air pada bahan bakar," kata Ragil.

Pihak SPBU memastikan akan bertanggung jawab kepada konsumen terdampak. Jumlah kendaraan yang terdampak mencapai 18 roda dua dan 4 roda empat.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menguras tangki kendaraan sampai tidak ada air. Selanjutnya, SPBU mengisi ulang bahan bakar sesuai jumlah yang dibeli pemilik kendaraan.

“Jika kendaraan masih mengalami kendala setelah dikuras, pihak SPBU mengarahkan ke bengkel terdekat yang bekerja sama. Biaya perbaikan ditanggung sepenuhnya, dan bensin yang terbuang diganti penuh,” ujar Ragil.

Ragil menambahkan, SPBU menutup sementara operasional hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini dilakukan untuk proses investigasi oleh pihak Pertamina di lapangan.

“Saat ini masih dilakukan investigasi untuk mengetahui kronologi dan penyebab pasti. Penjelasan lebih detail akan disampaikan oleh pihak Pertamina,” tutup Ragil.

Pihak SPBU Juanda sendiri belum bisa menyimpulkan penyebab pasti peristiwa ini. Kesimpulan final menunggu hasil investigasi resmi dari Pertamina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....