DPR Pantau Skema Prioritas Distribusi BBM dan Avtur di Jalur Rawan Macet
- 01 Mar 2026 08:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VI DPR RI meminta, PT Pertamina (Persero) memastikan distribusi dan logistik energi selama periode Lebaran 2026 aman. Dalam aspek distribusi BBM dan avtur, diingatkannya, Pertamina perlu koordinasi intensif dengan kepolisian dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Semua itu, untuk memastikan kelancaran mobil tangki di jalur padat. Skema prioritas distribusi (BBM dan avtur) harus dilakukan, terutama di jalur rawan kemacetan," kata anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.
Tidak hanya itu, politikus PKB ini mendorong, pengoperasian SPBU Siaga dan SPBU modular 24 jam di jalur mudik. Lalu, penting juga penyediaan motorist (layanan BBM keliling) untuk mengurai antrean panjang.
"Penguatan jalur laut dan pipa juga perlu disiapkan, termasuk menyiagakan kapal tanker di wilayah kepulauan. Serta melakukan monitoring stok terminal secara real-time,” ucap Nasim.
Kemudian, Nasim menekakan, Pertamina perlu fokus mengantisipasi lonjakan avtur di bandara-bandara utama di Indonesia. Lonjakan pergerakan penerbangan selama musim mudik harus menjadi perhatian serius.
"Selama periode Lebaran, kenaikan trafik penerbangan diperkirakan bisa mencapai 10–20 persen dibanding hari normal. Karena itu, stok avtur di bandara besar seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Juanda harus ditingkatkan,” ujar Nasim.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memastikan, ketersedian pasokan BBM hingga avtur menghadapi periode libur Lebaran 2026. Hal itu disampaikan saat berdialog dengan para pemimpin redaksi media nasional di Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.
Langkah antisipasi dilakukan melalui skenario build up stock jauh sebelum masa puncak kepadatan penumpang. Hal ini bertujuan, agar pelayanan kepada konsumen dan operasional penerbangan berjalan lancar tanpa hambatan pasokan bahan bakar.
Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan perusahaan memberikan perhatian khusus pada fase-fase sibuk. Pertamina telah menyiapkan berbagai lapisan mitigasi, mulai dari suplai reguler hingga rencana darurat untuk menjaga stabilitas distribusi.
Strategi ini telah teruji dalam berbagai kondisi, termasuk saat penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia. "Tujuan kami menjaga ketahanan energi dan mengamankan fase jam-jam sibuk seperti libur hari besar keagamaan,” ujarnya.
Arya menambahkan pihaknya melakuka tindakan khusus terkait hal tersebut. “Kami siapkan skenario plan A, B, hingga C agar semua mitigasi siap berlapis," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....