Komisi VI DPR Wanti-Wanti Lonjakan Konsumsi BBM dan Avtur Lebaran 2026
- 01 Mar 2026 08:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan menegaskan, pentingnya kesiapan energi nasional menjelang H-3 minggu Lebaran 2026. PT Pertamina (Persero) sebagai penyedia utama BBM dan Avtur di Indonesia, harus mengantisipasi lonjakan konsumsi selama periode Lebaran 2026.
"Momentum mudik Lebaran selalu memicu peningkatan signifikan konsumsi bahan bakar, baik untuk kendaraan darat maupun sektor penerbangan. Karena itu, langkah antisipatif harus disiapkan jauh sebelum puncak arus mudik terjadi," kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.
Nasim menuturkan, Pertamina harus menjamin penguatan stok dan ketahanan pasokan BBM selama periode Lebaran 2026. Terlebih, pentingnya penambahan cadangan BBM dan Avtur di seluruh Terminal BBM serta Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).
"Pertamina perlus meningkatkan safety stock, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan tinggi. Wilayah prioritas tersebut meliputi Jalur Pantura, Tol Trans Jawa dan Sumatra, serta kota-kota tujuan mudik utama," ucap Nasim.
Selain itu, ia menekankan, optimalisasi kilang domestik juga menjadi faktor kunci. Beberapa kilang strategis seperti Kilang Balongan dan Kilang Cilacap diharapkan beroperasi dengan tingkat utilisasi tinggi.
"Semua itu, guna menjaga stabilitas pasokan nasional. Lalu, Penting juga melakukan pengamanan distribusi dan logistik energi," ujar Nasim.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memastikan, ketersedian pasokan BBM hingga avtur menghadapi periode libur Lebaran 2026. Hal itu disampaikan saat berdialog dengan para pemimpin redaksi media nasional di Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.
Langkah antisipasi dilakukan melalui skenario build up stock jauh sebelum masa puncak kepadatan penumpang. Hal ini bertujuan, agar pelayanan kepada konsumen dan operasional penerbangan berjalan lancar tanpa hambatan pasokan bahan bakar.
Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan perusahaan memberikan perhatian khusus pada fase-fase sibuk. Pertamina telah menyiapkan berbagai lapisan mitigasi, mulai dari suplai reguler hingga rencana darurat untuk menjaga stabilitas distribusi.
Strategi ini telah teruji dalam berbagai kondisi, termasuk saat penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia. "Tujuan kami menjaga ketahanan energi dan mengamankan fase jam-jam sibuk seperti libur hari besar keagamaan,” ujarnya.
Arya menambahkan pihaknya melakuka tindakan khusus terkait hal tersebut. “Kami siapkan skenario plan A, B, hingga C agar semua mitigasi siap berlapis," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....