Developer Bangun Musala, Sediakan Lahan Masjid 5.000 Meter
- 27 Feb 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Bekasi - PT Hasana Damai Putra telah mengambil langkah konkret menyikapi perbedaan pendapat yang terjadi di antara warga klaster. Solusi yang diambil dengan membangun musala representatif di dalam kawasan klaster yang kini telah rampung dan dapat dimanfaatkan warga setiap saat.
“Solusi yang diambil oleh developer adalah dengan membangun musala di dalam klaster. Saat ini pembangunannya telah selesai dan sudah bisa digunakan setiap saat oleh warga klaster,” kata Township Management Division Head PT Hasana Damai Putra, Lukman Nurhakim saat konferensi pers di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menambahkan, fasilitas ibadah tersebut dibangun secara layak dan nyaman agar kebutuhan spiritual warga tetap terpenuhi. Tak hanya itu, pihak pengembang juga menyiapkan lahan seluas 5.000 meter persegi untuk pembangunan masjid.
“Musala yang kami bangun sangat representatif dan setiap saat sudah bisa digunakan oleh warga klaster. Kami telah menyediakan lahan untuk rumah ibadah seluas 5.000 meter persegi,” ucapnya.
Menurutnya, lahan di balik tembok klaster itu disiapkan sebagai rumah ibadah bagi warga dan masyarakat sekitar perumahan. Lukman memastikan, status lahan tersebut telah diserahkan kepada pemerintah daerah sejak September 2025.
“Lahan tersebut nantinya diperuntukkan untuk pembangunan masjid. Lahan tersebut statusnya sudah kami serahkan kepada Pemda sejak bulan September 2025,” ujar Lukman menegaskan.
Ketua Paguyuban Warga Cluster Neo Vasana & Vasana, Richard, menegaskan penolakan warga terhadap rencana pembukaan pagar atau tembok klaster. Ia menilai pembukaan pagar dan tembok ini dapat mengganggu kenyamanan lingkungan hunian.
“Kami tidak setuju adanya pembukaan pagar karena itu mengganggu kenyamanan warga. Kami membeli rumah di sini dengan konsep cluster one gate system,” ujar Richard.
Menurutnya, sistem satu pintu menjadi komitmen utama pengembang yang dipertimbangkan warga sebelum membeli hunian di kawasan tersebut. Karena itu, ia menegaskan warga menolak rencana pembukaan tembok klaster dalam bentuk apapun.
“Jadi kami menolak adanya pembukaan tembok. Kami sangat mendukung langkah positif dari developer untuk membangun mushola di dalam cluster yang bisa dipakai secara bersama-sama,” ucap Richard.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....