Menilik Ketatnya "Ritual" Pengisian Bahan Bakar Pesawat

  • 26 Feb 2026 10:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Di balik hingar-bingar jadwal penerbangan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, terdapat "ritual" keamanan yang tidak bisa ditawar. Aviation Fuel Terminal (AFT) Manager Halim Perdana Kusuma, Irina Yuliana, mengungkapkan bahwa proses pengisian bahan bakar pesawat (Avtur) bukan sekadar memindahkan cairan, melainkan sebuah prosedur teknis yang mengutamakan presisi dan sertifikasi tinggi.

Kunci utama dari operasional ini terletak pada sumber daya manusianya. Irina menjelaskan bahwa pengisian tidak dilakukan oleh sembarang staf, melainkan oleh 28 certified refueling operator yang telah mengantongi sertifikasi resmi dari Kementerian Perhubungan. Sertifikasi ini bukan bersifat permanen, melainkan harus diperbarui setiap dua tahun melalui proses re-current atau verifikasi ulang demi menjaga standar kompetensi.

"Kami menerapkan prinsip Five Zero, di antaranya zero offset untuk memastikan produk sesuai spesifikasi dan zero delay agar pengisian tidak mengganggu jadwal terbang," ujar Irina kepada awak media pada pertemuan dengan Pemimpin Redaksi Nasional di Aviation Fuel Terminal (AFT) atau Depot Pengisian Pesawat Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

Di AFT Halim, sebelum Avtur masuk ke sayap pesawat, produk tersebut harus melalui tahapan filtrasi ketat menggunakan filter water separator serta masa pengendapan (settling time) selama minimal dua jam untuk menjamin kualitas produk telah tersertifikasi.

Alur distribusinya pun terencana dengan matang. Avtur dikirim dari Integrated Terminal Balongan menempuh jarak 221 kilometer menggunakan mobil tangki atau bridger. Begitu tiba, produk dipompakan ke tangki timbun berkapasitas total 2.000 KL sebelum akhirnya didistribusikan ke unit refueler yang siap merapat ke badan pesawat.

Menariknya, meskipun melayani berbagai jenis pesawat—mulai dari jet komersial seperti Batik Air dan Citilink, hingga pesawat militer TNI AU dan tamu VIP negara—jenis bahan bakar yang digunakan tetap sama. Vice President Aviation Fuel Business, Yosef Iswadi, menyebutkan bahwa spesifikasi Avtur di seluruh dunia, termasuk yang diproduksi Pertamina, telah terstandarisasi untuk segala jenis mesin Boeing maupun Airbus.

Menjelang periode mudik Lebaran, Pertamina juga telah menyiagakan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) untuk memitigasi lonjakan permintaan. Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa ketahanan stok di Halim saat ini berada di level sangat aman, yakni 30 hari. Hal ini merupakan bagian dari skenario mitigasi berlapis untuk memastikan energi tetap tersedia di jam-jam sibuk.

Proses pengisian ini pun didukung oleh armada yang mumpuni, mulai dari refueler kapasitas kecil 16 KL hingga kapasitas besar 40 KL. Dengan pengawasan 24 jam melalui call center dan koordinasi intensif dengan otoritas bandara, Pertamina menjamin bahwa setiap liter Avtur yang masuk ke tangki pesawat telah melewati sertifikasi keamanan yang tak bercelah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....