Investasi Rp650 Triliun, DPR Harapkan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

  • 22 Feb 2026 06:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI, Anna Mu'awanah menegaskan, pentingnya komitmen investasi Rp650 triliun ini tidak sekadar berhenti di atas kertas. Oleh karenanya, digitalisasi layanan perizinan serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci.

Pernyataan Anna ini, merespons MoU pengusaha Indonesia dengan Amerika Serikat yang berinvestasi di Tanah Air senilai Rp650 triliun. Ia mengharapkan, investasi ini mampu memperkuat ketahanan pangan nasional melalui modernisasi rantai pasok dan teknologi pertanian.

"Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah industri serta menekan angka pengangguran terbuka. Dengan pengelolaan yang tepat, kemitraan ini akan memperkuat daya saing Indonesia di kancah global," kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurut Anna, mereformasi birokrasi untuk memperlancar investasi di Indonesia bukan lagi pilihan semata. Melainkan, sudah menjadi kebutuhan mendesak agar potensi kerja sama Indonesia-AS memberikan dampak nyata.

"Trutama mengenai kepastian regulasi dan efisiensi perizinan, pemerintah harus segera melakukan pembenahan. Negara harus hadir memastikan proses investasi berjalan cepat, transparan, dan memiliki kepastian hukum," ucap Anna.

Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto bertemu langsung dengan 12 perusahaan investasi terbesar dunia. Tepatnya, dalam sebuah pertemuan di Washington DC, Jumat, 21 Februari 2026.

Pertemuan yang semula dijadwalkan berlangsung satu jam itu berjalan hampir dua jam karena diskusi berjalan produktif. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan, total aset kelolaan (asset under management/AUM) dari 12 perusahaan mencapai sekitar US$16 triliun.

Dalam pertemuan tersebut, kata Rosan, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan Indonesia ke depan. Khususnya langkah-langkah untuk memperkuat iklim investasi dan menjaga stabilitas ekonomi dan politik.

“Diskusinya tadi cukup panjang, kurang lebih hampir dua jam dari tadinya hanya diperkirakan satu jam. Karena diskusinya 'very fruitful', 'very productive',” ujar Rosan kepada media usai pertemuan.

Setelah paparan Presiden Prabowo, kata Rosan, pertemuan dilanjutkan dengan sesi 'one on one' bersama masing-masing perusahaan. Para investor memberikan masukan, termasuk terkait konsistensi kebijakan, 'rule of law', pengembangan pasar modal, serta pengelolaan risiko terukur.

“Mereka juga menyatakan dan memuji kebijakan-kebijakan Bapak Presiden yang selama ini sudah dilakukan. Membuat mereka sekarang melihat Indonesia itu lebih besar,” ucap Rosan.

Kemudian, menurut Rosan, Presiden Prabowo juga menyampaikan pesan kunci. Pesan kunci itu, bahwa Indonesia tidak lagi dipandang sebagai negara dengan potensi yang tertidur.

“Bapak Presiden menyampaikan di awal bahwa selama ini mungkin Indonesia dikenalnya 'as a sleeping giant'. Tapi, 'we’re not sleeping anymore', 'now is time', kita bangun mengembangkan dan meningkatkan perekonomian di Indonesia,” ujar Rosan mengutip pernyataan Prabowo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....