Linktown Borong Penghargaan di Ajang Summarecon Awards 2026

  • 17 Feb 2026 10:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Perusahaan pemasaran properti digital, Linktown, berhasil meraih empat penghargaan dalam ajang Summarecon Annual Awards 2025. Penganugerahan tersebut digelar belum lama ini di The Springs Club, Summarecon Serpong.

Pada acara tahunan yang diselenggarakan untuk kali kedua ini, Linktown memenangi kategori The Best Agent di Summarecon Serpong, The Best Agent di Summarecon Crown Gading, The Best Agent di Summarecon Bekasi, serta Best Of The Best Property Agent untuk seluruh proyek Summarecon.

Co-Founder Linktown, Swandy Sutanto mengatakan, prestasi ini diraih berkat pencapaian Best on Value. Yakni, kontribusi penjualan dengan nilai transaksi terbaik dan konsisten sepanjang periode penilaian.

"Prestasi ini mencerminkan kekuatan strategi penjualan, kualitas tim agen, serta efektivitas pendekatan pemasaran yang dijalankan Linktown dalam memasarkan berbagai proyek Summarecon," ujarnya.

Tak hanya itu, penghargaan ini juga berhasil dipertahankan selama dua tahun berturut-turut pada periode 2024–2025. "Konsistensi tersebut menegaskan posisi Linktown sebagai salah satu broker properti terdepan sekaligus mitra strategis terpercaya bagi Summarecon," lanjut dia.

Lebih lanjut, Swandy menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim. Ia menyebut penghargaan ini merupakan bukti konsistensi dan komitmen tim Linktown dalam memberikan hasil terbaik bagi developer dan konsumen.

"Dua tahun berturut-turut mempertahankan posisi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bertumbuh dan berinovasi," ucapnya.

Co-Founder Linktown lainnya, Abel Kurniajaya mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir, industri brokerage properti di Indonesia mengalami transformasi signifikan, baik dari sisi perilaku konsumen maupun model bisnis. Dari sisi preferensi, konsumen kini semakin rasional dan berbasis data.

Mereka melakukan riset mandiri secara online sebelum menghubungi agen. Sensitivitas terhadap harga tetap tinggi, namun kini disertai perhatian pada nilai jangka panjang seperti potensi capital gain, akses infrastruktur, serta reputasi developer.

"Pendekatan konsultatif pun semakin diminati dibandingkan metode hard selling," kata dia.

Di sisi promosi dan pemasaran, terjadi pergeseran besar dari metode konvensional menuju digital marketing. Optimalisasi media sosial, marketplace properti, performance ads, hingga pemanfaatan database dan CRM menjadi kunci utama.

"Event offline tetap relevan, namun kini terintegrasi dengan kampanye digital untuk memperluas jangkauan pasar," ujarnya.

Menurut Abel, persaingan antar broker juga semakin ketat dengan hadirnya agen independen dan agency berbasis teknologi. Diferensiasi tidak lagi sekadar pada listing, tetapi pada kualitas layanan, kecepatan respons, dan kapabilitas closing.

Saat ini, pemanfaatan teknologi seperti CRM, dashboard digital, virtual tour, hingga data analytics menjadi standar baru dalam meningkatkan produktivitas dan transparansi. "Tren lain yang terus berkembang antara lain integrasi sistem antara agen, developer, dan konsumen," kata Abel.

Ke depan, industri brokerage diprediksi akan semakin berbasis teknologi dan data, mengutamakan transparansi dan kecepatan layanan. Serta, mengarah pada model kemitraan jangka panjang dengan developer.

Melihat tren tersebut, Linktown telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Memperkuat ekosistem teknologi internal, termasuk CRM, data analytics, dan sistem monitoring performa agen.
  • Meningkatkan kualitas training serta sertifikasi agen secara berkelanjutan.
  • Fokus pada kolaborasi strategis dengan developer nasional maupun regional.
  • Mengembangkan pendekatan pemasaran terintegrasi antara kanal offline dan online.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....