Kemendag Perkuat Ekspor Lewat Kolaborasi Indonesia Jepang

  • 14 Feb 2026 14:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menjajaki penguatan ekspor lintas sektor. Kolaborasi mencakup teknologi pertanian serta industri komponen manufaktur.

Kemitraan strategis ini bertujuan meningkatkan daya saing pengusaha lokal dalam rantai pasok global. Transfer teknologi Jepang diharapkan menciptakan nilai tambah sektor pangan nasional.

Menurutnya, kolaborasi mendukung daya saing UMKM berorientasi ekspor. “Melalui pertemuan ini, kami ingin memastikan kerja sama Indonesia-Jepang berkembang lebih strategis,” ujar Puntodewi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.

Sektor teknologi pertanian menjadi prioritas guna mendukung agenda ketahanan pangan berkelanjutan. Pelaku usaha wilayah Okayama berpengalaman mengembangkan mesin industri pertanian modern.

Pemerintah optimistis adopsi teknologi maju membantu UMKM nasional naik kelas. Kerja sama tidak hanya fokus perdagangan barang tetapi juga investasi jangka panjang.

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag Bayu Wicaksono Putro mengatakan, daya saing Indonesia terus menguat. Ia menyebut kinerja perdagangan memberi ruang kolaborasi luas.

Menurutnya, kondisi itu membuka peluang kolaborasi lebih besar. “Pertumbuhan ekonomi dan perdagangan 2025 menunjukkan daya saing produk Indonesia di Jepang terus menguat,” ujar Bayu.

Ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai mitra kompetitif. Neraca perdagangan dengan Jepang mencatat surplus 3,14 miliar dolar Amerika.

Kemendag memperkenalkan platform digital Inaexport kepada delegasi bisnis Okayama. Fasilitas daring ini mempertemukan eksportir lokal dengan pembeli internasional.

Pemerintah mendorong pelaku usaha Jepang memanfaatkan teknologi informasi tersebut. Transparansi data mempermudah identifikasi produk sesuai standar pasar Jepang.

Ia mendorong pelaku usaha Jepang menjajaki kemitraan melalui platform tersebut. “Inaexport menjadi instrumen strategis mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyer global,” kata Bayu.

Pimpinan delegasi bisnis Okayama Sadari Kato mengatakan, ketertarikan besar terhadap potensi pasar di Asia Tenggara. Kato menganggap Indonesia sebagai mitra ekonomi yang sangat penting karena memiliki pertumbuhan yang cukup stabil.

“Kami melihat Indonesia sebagai mitra yang sangat penting di Asia Tenggara dengan pasar besar dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Kami tertarik memperluas kerja sama, khususnya di bidang teknologi pertanian,” ujar Sadari Kato.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....