D-8 Memiliki Pasar Besar Bagi Produk Halal Indonesia
- 14 Feb 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala CSED Indef Prof Nur Hidayah mengatakan, peluang pasar halal D-8 sangat besar. Negara anggota memiliki populasi Muslim signifikan dan konsumsi tinggi.
Adapun anggota Developing Eight meliputi Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Azerbaijan. Total populasi gabungan diperkirakan melebihi 1,2 miliar jiwa.
Menurutnya, Indonesia memiliki produk halal unggulan untuk pasar tersebut. Produk meliputi makanan, kosmetik, fesyen, hingga wisata halal.
Ia mendorong promosi lebih agresif ke negara anggota. “Kita punya produk makanan halal, kosmetik halal, fashion, bahkan wisata halal,” ujarnya, dalam dialog Pro3 RRI, Sabtu, 14 Februari 2026.
Namun pemerintah perlu menyiapkan industri halal nasional secara matang. UMKM harus diperkuat agar mampu menembus pasar D-8.
“Mempersiapkan UMKM perlu sertifikasi wajib, standarisasi mutu, dan peningkatan kapasitas digital. Standar tiap negara harus dipenuhi secara konsisten," katanya.
Ia mengatakan, Indonesia telah memiliki mekanisme sertifikasi halal berstandar internasional. UMKM juga harus menjaga kualitas produk berorientasi ekspor.
Indonesia memegang keketuaan D-8 sejak 1 Januari 2026. Kepemimpinan berada di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT D-8 di Jakarta April mendatang. Tema yang diusung menekankan solidaritas dan kemakmuran bersama.
Juru bicara Kemlu Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan, ada lima agenda prioritas. Empat terkait ekonomi dan satu reformasi organisasi.
Agenda meliputi perdagangan, ekonomi halal, ekonomi biru dan hijau. Selain itu penguatan konektivitas, ekonomi digital, dan pengembangan UKM.
Penyesuaian tata kelola diharapkan berdampak nyata bagi anggota. “Reformasi organisasi penting agar implementasi kerja sama lebih efektif,” kata Nabyl.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....