KAI Perkuat Modernisasi KRL Jabodetabek Dukung Mobilitas Warga

  • 13 Feb 2026 00:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus memperkuat layanan KRL Commuter Line kawasan Jabodetabek. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan kapasitas angkut serta keselamatan layanan tetap terjaga dengan baik.

Kawasan aglomerasi Jabodetabek merupakan satu wilayah urban terbesar dengan tingkat mobilitas harian jutaan masyarakat. Kereta listrik menjadi moda transportasi massal yang paling efisien dalam mendukung produktivitas kawasan tersebut.

"Setiap hari, KRL melayani lebih dari satu juta masyarakat Jabodetabek. Selain sebagai layanan transportasi, tetapi infrastruktur produktivitas kota dan penggerak utama aktivitas ekonomi kawasan," ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

KAI memproyeksikan total volume penumpang KRL Jabodetabek akan meningkat signifikan hingga mencapai 437 juta orang. Angka proyeksi tersebut diperkirakan akan tercapai pada tahun 2030 mendatang seiring peningkatan kebutuhan masyarakat.

Perusahaan mencatat tren pertumbuhan rata-rata jumlah penumpang kini mencapai sekitar empat persen pada setiap tahun. Volume harian diperkirakan dapat menembus angka sekitar dua juta penumpang per hari pada 2030.

Sebelas rangkaian kereta baru produksi CRRC telah beroperasi untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat umum. Empat rangkaian kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA) juga telah memperkuat armada operasional perseroan.

KAI telah resmi menandatangani kontrak pengadaan 16 trainset atau 192 unit KRL produksi PT INKA. Kontrak kerja sama tersebut memiliki nilai investasi total mencapai angka Rp3,85 triliun untuk peremajaan sarana.

"Kami memastikan pengadaan sarana dilakukan melalui berbagai pendekatan pendanaan, baik dukungan pemerintah maupun investasi perusahaan, agar kapasitas layanan terus bertumbuh sejalan dengan kebutuhan mobilitas urban," ujar Bobby.

Operator transportasi kereta ini saat ini mengoperasikan sebanyak 1.088 unit KRL di seluruh lintas pelayanan. Sebagian besar sarana tersebut telah berusia di atas 30 tahun dan akan memasuki masa konservasi.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen dukungan pengembangan KRL dengan alokasi pendanaan hingga Rp5 triliun. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru pada 4 November 2025.

"Kami melihat dukungan ini sebagai komitmen kuat negara dalam memperkuat transportasi publik. Targetnya adalah kapasitas meningkat, kepadatan berkurang, dan masyarakat memperoleh layanan yang semakin andal," ucap Bobby.

Upaya modernisasi prasarana terus dilakukan pada lintas Rangkasbitung untuk memastikan kesiapan sistem transportasi massal. KAI juga tengah memperkuat kapasitas kelistrikan di lintas padat seperti rute Manggarai–Bogor dan Manggarai–Bekasi.

Proses elektrifikasi jalur lintas KRL telah mencapai total jarak 474,942 kilometer dari tahun 2017–2018. Cakupan elektrifikasi meliputi Bogor Line, Bekasi Line, Serpong Line, Tangerang Line, serta Tanjung Priok Line.

"Sarana baru harus ditopang sistem kelistrikan, persinyalan, dan stasiun yang siap menghadapi pertumbuhan penumpang. Modernisasi prasarana menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kualitas layanan," kata Vice President (VP) Corporate Communication KAI Anne Purba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....