Pengamat Beberkan Pentingnya Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang

  • 10 Feb 2026 16:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Penerapan disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara inklusif dan berkelanjutan kini bukan lagi sekadar kewajiban regulasi. Melainkan instrumen vital dalam melindungi aset manusia serta meningkatkan daya saing global.

Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, dinilai telah berhasil memosisikan diri sebagai tolak ukur (barometer) konkret. Yakni dalam transformasi budaya keselamatan tambang di tanah air.

Co-Founder A+ CSR Indonesia, Jalal, menyatakan integrasi standar K3 di dalam Grup MIND ID telah melampaui fase kepatuhan dasar. Menurutnya, kombinasi antara Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba dengan standar internasional ISO 45001 telah memberikan dampak nyata.

"Bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) skala menengah, grup ini adalah mercusuar. Dalam hal budaya K3, MIND ID adalah barometer mutlak," ujar Jalal dalam keterangannya di Jakarta.

Sebagai bagian dari keanggotaan International Council on Mining and Metals (ICMM), MIND ID membawa standar global ke dalam operasional domestik. Jalal menyoroti bagaimana intervensi teknologi digital dan adopsi Internet of Things (IoT) bukan lagi sekadar "kosmetik" perusahaan.

Melainkan strategi inti untuk menekan angka kecelakaan kerja hingga ke titik terendah. Salah satu bukti nyata berada pada operasional tambang bawah tanah (underground mining) PT Freeport Indonesia (PTFI).

Jalal menyebut PTFI sebagai "laboratorium tambang" yang menerapkan teknologi mitigasi risiko tingkat tinggi.

Baginya, mitigasi risiko runtuhan di sana tidak lagi sekadar memasang rock bolt secara manual.

"Mereka menggunakan teknologi seismic monitoring tingkat lanjut untuk mendeteksi pergerakan massa batuan secara real-time. Guna memprediksi potensi rockburst," kata dia.

Lebih lanjut, Jalal memuji implementasi Remote Operation Management System di PTFI. Sistem ini memungkinkan operator menjalankan alat berat dari ruang kendali yang berjarak kilometer dari area berbahaya.

Pengelolaan wet muck (lumpur basah) yang berisiko tinggi pun kini dimitigasi dengan sistem pemuatan jarak jauh. "Ini adalah strategi cerdas untuk memindahkan manusia keluar dari _line of fire_ (garis bahaya)," kata dia.

"Saat regulasi domestik mungkin baru mengatur aspek keamanan dasar. Mereka sudah menerapkan sistem ventilasi otomatis dan evakuasi mandiri berbasis sensor."

Selain di tambang bawah tanah, anggota Grup MIND ID lainnya juga telah mengadopsi IoT untuk pemantauan kestabilan lereng tambang terbuka melalui radar. Serta pemasangan sensor pada kendaraan (collision avoidance system) untuk mencegah tabrakan.

Langkah transformatif ini diharapkan tidak hanya berhenti di level Holding. Tetapi mampu menginspirasi seluruh ekosistem pertambangan di Indonesia untuk memprioritaskan keselamatan pekerja di atas segalanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....