Kalangan Sopir Keberatan Pemerintah Kurangi Kuota BBM Subsidi

  • 04 Feb 2026 23:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kota Bekasi - Kebijakan pemerintah pusat mengurangi kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mendapat respon negatif. Salah satunya dari para sopir di Kota Bekasi, Jawa Barat yang mengaku keberatan akan pemberlakuan kebijakan tersebut.

Salah seorang supir angkutan barang, Syaiful mengaku keberatan dengan kebijakan pengurangan kuota BBM subsidi. Sebab ia takut kebijakan tersebut nantinya memicu kelangkaan dan membuatnya sulit mendapatkan BBM subsidi.

Menurutnya, jika BBM subsidi nantinya sulit didapat, sebagai seorang supir ia mengaku sangat dirugikan. Sebab ia terancam tidak bisa beraktivitas karena kesulitan mencari BBM bersubsidi.

"Saya sebagai supir keberatan karena memang sehari-harinya saya pakai BBM subsidi. Takutnya nanti kalau kuota dikurangi barangnya jadi susah didapat," katanya, kepada wartawan, Rabu, 4 Februari 2026.

Bukan itu saja, kesulitan mencari BBM subsidi juga merugikan dirinya dari sisi waktu. Apalagi jika harus mengantri panjang saat hendak membeli BBM bersubsidi.

"Saya berharap kebijakan pengurangan kuota BBM subsidi bisa ditinjau ulang. Sebab dampaknya akan begitu terasa bagi para supir seperti saya," katanya.

Pihaknya justru berharap pemerintah memperbanyak kuota BBM bersubsidi. Sehingga sebagai pengguna ia gampang mendapatkan akses BBM subsidi.

"Kalau perlu ya kuota BBM subsidi justru ditambah. Biar kita ini masyarakat sama-sama enak lah," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Sarno Ariyanto yang sehari-harinya berprofesi sebagai supir. Ia mengaku keberatan dengan pemberlakuan kebijakan pengurangan kuota BBM bersubsidi yang diberlakukan pemerintah.

"Jelas keberatan karena takut barangnya tidak ada. Apalagi sebagai supir ini kan saya bergantung betul sama BBM subsidi yang harganya lebih murah," katanya.

Sekadar diketahui Pengurangan kuota BBM subsidi telah disepakati antara pemerintah dengan Komisi XII DPR RI. Sesuai hasil kesepakatan kuota pertalite turun menjadi 5,28 persen sedangkan solar subsidi turun 1,32 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....