KAI Catat Angkutan 47,4 Juta Penumpang dengan Emisi Terkendali
- 03 Feb 2026 20:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat total emisi karbon layanan Kereta Api Jarak Jauh sepanjang tahun 2025. Jumlah emisi ini berasal dari pelayanan terhadap 47,4 juta pelanggan yang menggunakan transportasi massal berbasis rel.
Total emisi yang dihasilkan layanan kereta api ini tercatat sebesar 127.315.192 kilogram ekuivalen karbon dioksida. Pencapaian tersebut membuktikan peran kereta api sebagai moda utama perjalanan antarkota dengan karakteristik emisi yang terkelola.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan mobilitas masyarakat saat ini. Menurut dia kereta api dirancang sebagai transportasi massal berkapasitas besar dengan efisiensi energi yang mendukung pengurangan emisi.
“Perbandingan ini menunjukkan bahwa pilihan moda transportasi berpengaruh besar terhadap akumulasi emisi karbon sektor transportasi. Dengan jumlah pelanggan yang besar, pemanfaatan kereta api membantu menjaga emisi tetap lebih terkendali dibandingkan moda lain,” ujar Anne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Total emisi karbon diperkirakan mencapai sekitar 386,4 juta kilogram apabila seluruh pelanggan menggunakan armada bus antarkota. Angka emisi karbon akan meningkat hingga sekitar 2.716,3 juta kilogram jika perjalanan tersebut menggunakan kendaraan pribadi.
Total aktivitas perjalanan sepanjang tahun 2025 setara dengan sekitar 14,22 miliar penumpang kilometer berdasarkan data operasional. Total emisi karbon Kereta Api Jarak Jauh tercatat sekitar 127,3 ribu ton dalam satu tahun operasional penuh.
Besaran emisi tersebut menggambarkan efisiensi moda berbasis rel yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara terjadwal. Emisi yang dihasilkan dapat terbagi ke lebih banyak pengguna perjalanan antarkota berkat kapasitas angkut yang tinggi.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu menambahkan KAI terus mendorong peningkatan efisiensi operasional perusahaan. Langkah tersebut diarahkan agar pertumbuhan layanan Kereta Api Jarak Jauh tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Melalui pengelolaan layanan Kereta Api Jarak Jauh yang konsisten dan terukur, KAI berkomitmen mendukung sistem transportasi nasional yang andal, efisien, serta berorientasi pada pengendalian emisi karbon, seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” kata Wisnu.
KAI, Kereta Api Jarak Jauh, Emisi Karbon, Transportasi Massal, Lingkungan HidupRRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat total emisi karbon layanan Kereta Api Jarak Jauh sepanjang tahun 2025. Jumlah emisi ini berasal dari pelayanan terhadap 47,4 juta pelanggan yang menggunakan transportasi massal berbasis rel.
Total emisi yang dihasilkan layanan kereta api ini tercatat sebesar 127.315.192 kilogram ekuivalen karbon dioksida. Pencapaian tersebut membuktikan peran kereta api sebagai moda utama perjalanan antarkota dengan karakteristik emisi yang terkelola.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan mobilitas masyarakat saat ini. Menurut dia kereta api dirancang sebagai transportasi massal berkapasitas besar dengan efisiensi energi yang mendukung pengurangan emisi.
“Perbandingan ini menunjukkan bahwa pilihan moda transportasi berpengaruh besar terhadap akumulasi emisi karbon sektor transportasi. Dengan jumlah pelanggan yang besar, pemanfaatan kereta api membantu menjaga emisi tetap lebih terkendali dibandingkan moda lain,” ujar Anne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Total emisi karbon diperkirakan mencapai sekitar 386,4 juta kilogram apabila seluruh pelanggan menggunakan armada bus antarkota. Angka emisi karbon akan meningkat hingga sekitar 2.716,3 juta kilogram jika perjalanan tersebut menggunakan kendaraan pribadi.
Total aktivitas perjalanan sepanjang tahun 2025 setara dengan sekitar 14,22 miliar penumpang kilometer berdasarkan data operasional. Total emisi karbon Kereta Api Jarak Jauh tercatat sekitar 127,3 ribu ton dalam satu tahun operasional penuh.
Besaran emisi tersebut menggambarkan efisiensi moda berbasis rel yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara terjadwal. Emisi yang dihasilkan dapat terbagi ke lebih banyak pengguna perjalanan antarkota berkat kapasitas angkut yang tinggi.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu menambahkan KAI terus mendorong peningkatan efisiensi operasional perusahaan. Langkah tersebut diarahkan agar pertumbuhan layanan Kereta Api Jarak Jauh tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Melalui pengelolaan layanan Kereta Api Jarak Jauh yang konsisten dan terukur, KAI berkomitmen mendukung sistem transportasi nasional yang andal, efisien, serta berorientasi pada pengendalian emisi karbon, seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” kata Wisnu.
KAI, Kereta Api Jarak Jauh, Emisi Karbon, Transportasi Massal, Lingkungan HidupRRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat total emisi karbon layanan Kereta Api Jarak Jauh sepanjang tahun 2025. Jumlah emisi ini berasal dari pelayanan terhadap 47,4 juta pelanggan yang menggunakan transportasi massal berbasis rel.
Total emisi yang dihasilkan layanan kereta api ini tercatat sebesar 127.315.192 kilogram ekuivalen karbon dioksida. Pencapaian tersebut membuktikan peran kereta api sebagai moda utama perjalanan antarkota dengan karakteristik emisi yang terkelola.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan mobilitas masyarakat saat ini. Menurut dia kereta api dirancang sebagai transportasi massal berkapasitas besar dengan efisiensi energi yang mendukung pengurangan emisi.
“Perbandingan ini menunjukkan bahwa pilihan moda transportasi berpengaruh besar terhadap akumulasi emisi karbon sektor transportasi. Dengan jumlah pelanggan yang besar, pemanfaatan kereta api membantu menjaga emisi tetap lebih terkendali dibandingkan moda lain,” ujar Anne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Total emisi karbon diperkirakan mencapai sekitar 386,4 juta kilogram apabila seluruh pelanggan menggunakan armada bus antarkota. Angka emisi karbon akan meningkat hingga sekitar 2.716,3 juta kilogram jika perjalanan tersebut menggunakan kendaraan pribadi.
Total aktivitas perjalanan sepanjang tahun 2025 setara dengan sekitar 14,22 miliar penumpang kilometer berdasarkan data operasional. Total emisi karbon Kereta Api Jarak Jauh tercatat sekitar 127,3 ribu ton dalam satu tahun operasional penuh.
Besaran emisi tersebut menggambarkan efisiensi moda berbasis rel yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara terjadwal. Emisi yang dihasilkan dapat terbagi ke lebih banyak pengguna perjalanan antarkota berkat kapasitas angkut yang tinggi.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu menambahkan KAI terus mendorong peningkatan efisiensi operasional perusahaan. Langkah tersebut diarahkan agar pertumbuhan layanan Kereta Api Jarak Jauh tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Melalui pengelolaan layanan Kereta Api Jarak Jauh yang konsisten dan terukur, KAI berkomitmen mendukung sistem transportasi nasional yang andal, efisien, serta berorientasi pada pengendalian emisi karbon, seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” kata Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....