Stasiun Jatake Layani Ribuan Penumpang selama Empat Hari Operasi
- 01 Feb 2026 19:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Stasiun Jatake resmi melayani ribuan penumpang sejak hari pertama beroperasi pada Rabu, 28 Januari 2026. Layanan transportasi publik baru di Kabupaten Tangerang ini menarik antusiasme tinggi warga di sekitar kawasan tersebut.
Ribuan pengguna jasa kereta api kini mendapatkan akses mobilitas harian yang lebih dekat dari kawasan hunian. Respons positif masyarakat terlihat jelas berdasarkan catatan jumlah pelanggan selama empat hari awal pembukaan stasiun baru.
"Dalam empat hari awal operasional, Stasiun Jatake melayani total 2.809 pelanggan gate in dan 2.207 pelanggan gate out. Capaian tersebut menggambarkan tingginya minat masyarakat terhadap kehadiran simpul transportasi baru di wilayah barat Kabupaten Tangerang," kata Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba, Minggu, 1 Februari 2026.
Data operasional menunjukkan peningkatan jumlah pengguna yang sangat signifikan terjadi secara bertahap dari hari ke hari. Pihak pengelola mencatat adanya tren kenaikan volume penumpang yang menggunakan layanan kereta sejak hari pertama dibuka.
Sebanyak 281 pelanggan tercatat melakukan *gate in* pada hari pertama operasi tanggal 28 Januari 2026 lalu. Angka pelanggan bertambah menjadi 713 orang pada hari kedua dan mencapai 1.042 orang pada akhir bulan.
Kenaikan jumlah pengguna ini menunjukkan proses adaptasi masyarakat sekitar yang berlangsung sangat cepat terhadap layanan stasiun. Stasiun lain seperti Cicayur dan Parung Panjang juga tetap melayani puluhan ribu pengguna pada periode tersebut.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan KAI Wisnu Pramudya menyoroti pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi Kabupaten Tangerang. Wilayah ini memiliki tingkat mobilitas komuter yang tinggi karena terhubung langsung dengan berbagai pusat kegiatan Jabodetabek.
Fasilitas transportasi ini berfungsi penting sebagai penghubung antara kawasan permukiman warga dan pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Stasiun tersebut membantu masyarakat mengatur waktu perjalanan secara terencana serta memberikan pilihan akses yang lebih dekat.
“Kami melihat Stasiun Jatake mulai membentuk pola pergerakan baru masyarakat. Ke depan, stasiun ini diharapkan terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas kawasan dan kebiasaan masyarakat menggunakan transportasi publik,” ujarnya.
Kerja sama berbagai pihak diharapkan dapat mendukung sistem transportasi perkotaan yang semakin terhubung dengan kebutuhan warga. Layanan publik ini harus terus berkembang seiring dengan tingginya partisipasi aktif masyarakat dalam menggunakan angkutan umum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....