Aktivis Kontra Narasi Sambut Baik Pembentukan PT Perminas

  • 01 Feb 2026 14:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Aktivis Nasional sekaligus Founder Kontra Narasi Sandri Rumanama mengapresiasi pembentukan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas).  BUMN tersebut dibentuk pemerintah untuk mengelola mineral kritis nasional.

Ia menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan penting pengelolaan mineral strategis Indonesia. "Ini terobosan kebijakan yang sangat bagus. akan meningkatkan nilai tambah mineral kritis secara berkelanjutan," kata Sandri di Jakarta, Minggu, 1 Januari 2026.

Sandri yang juga Direktur Haidar Alwi Institute menyebut kehadiran Perminas membenahi tata kelola mineral kritis. Pengelolaan sumber daya dinilai akan lebih terfokus dan menguntungkan bangsa.

Ia menilai pengelolaan mineral kritis nasional akan menghasilkan manfaat maksimal bagi kepentingan negara. Nilai tambah sumber daya diharapkan dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat.

Sandri juga menilai pembentukan Perminas meningkatkan posisi tawar Indonesia di tingkat global. Pengelolaan mandiri sumber daya dinilai memperkuat peran Indonesia dalam ekonomi dunia.

"Pasti lah, bargaining position negara kita makin kuat. Perminas akan memperkuat posisi Indonesia di pasar mineral global," kata Sandri

Aktivis berdarah Melanesia Maluku ini mendorong persiapan pembentukan Perminas dilakukan secara matang. Ia menekankan pentingnya peran Danantara dalam proses pembentukan entitas tersebut.

Menurutnya, jajaran komisaris, direksi, dan pegawai harus diisi sumber daya manusia kompeten. Keahlian dan kredibilitas dinilai menjadi kunci keberhasilan Perminas.

"Perminas ini langkah terobosan untuk mengoptimalkan sumber daya mineral kritis. Kami optimistis Perminas akan memberi manfaat nyata bagi bangsa," kata Sandri.

Sebelumnya, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi menyampaikan rencana pembentukan Perminas. Kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Presiden mengarahkan pembentukan entitas pengelola mineral strategis,” ujar Prasetyo. Sementara itu, Danantara diminta membentuk Perminas sebagai entitas khusus mineral kritis.

Prasetyo menyebut Perminas berbeda dari BUMN mineral yang telah ada. Perminas akan fokus mengelola mineral kritis nasional secara khusus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....