Bakom: Prabowonomics, Menguatkan Posisi Indoenesia Dalam Investasi
- 24 Jan 2026 09:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Istana Kepresidenan menegaskan konsep Prabowonomics yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) Davos 2026 memperkuat posisi Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Konsep tersebut dinilai memberi keyakinan kepada komunitas global bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang stabil di tengah ketidakpastian dunia.
Tim pakar Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, Prabowonomics mencerminkan arah kebijakan ekonomi nasional yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan dan kepastian hukum. Hal itu, menurutnya, menjadi faktor penting dalam menarik minat investor global.
“Presiden meyakinkan dunia bahwa penegakan hukum dan pemberantasan korupsi menjadi prioritas pemerintah. Ini tentu menguatkan posisi Indonesia sebagai negara ramah investasi,” kata Fithra dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, capaian ekonomi Indonesia juga mendapat pengakuan lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF). Dalam forum WEF, Presiden Prabowo menyampaikan Indonesia disebut sebagai “titik terang global” atau global bright spot.
Predikat tersebut disematkan karena Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen pada 2025. IMF juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026, di tengah ketidakpastian global.
“Pernyataan Presiden di WEF menegaskan bahwa Indonesia memiliki prospek ekonomi yang kuat. Selain itu, peluang investasi yang menguntungkan,” ujar Fithra.
Sementara itu, pemerhati hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menilai peran Indonesia di panggung global semakin strategis. Ia menyebut Indonesia menjadi semacam oase stabilitas di tengah gejolak politik dan ekonomi dunia.
Menurutnya, kehadiran Presiden Prabowo di WEF Annual Meeting 2026 juga menegaskan komitmen Indonesia untuk aktif dalam dialog global dan kerja sama multilateral. Forum tersebut menjadi momentum penting memperjuangkan kepentingan nasional.
World Economic Forum 2026 digelar di Davos-Klosters, Swiss, pada 19–23 Januari 2026. Forum ini mempertemukan kepala negara, pimpinan perusahaan global, akademisi, dan masyarakat sipil untuk membahas tantangan serta agenda ekonomi dunia.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Kamis (22/1/2026) di hadapan lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan serta lebih dari 1.000 CEO perusahaan global. Dalam pidato tersebut, Presiden memaparkan konsep perekonomian yang dikenal sebagai Prabowonomics.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, Prabowonomics merupakan gagasan ekonomi Presiden yang menekankan kemandirian, stabilitas, dan keadilan sosial. Konsep itu menjadi landasan kebijakan Indonesia dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat daya saing investasi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....