Kenali Penyebab, Gejala Hingga Pengobatan Penyakit Jantung Endokarditis
- 21 Mar 2025 04:35 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan : Penyakit jantung Endokarditis merupakan peradangan di endokardium, yaitu lapisan bagian dalam jantung. Peradangan ini umumnya disebabkan oleh bakteri, tetapi bisa juga disebabkan oleh virus atau jamur.
Endokarditis merupakan penyakit peradangan yang jarang terjadi. Penyakit ini hanya dialami oleh 3–10 orang dari setiap 100.000 orang, dan jarang menyerang orang yang jantungnya sehat.
1. Penyebab Endokarditis
Endokarditis terjadi ketika kuman masuk ke aliran darah dan bergerak menuju jantung. Kuman tersebut lalu menempel di katup jantung yang mengalami gangguan atau di jaringan jantung yang rusak. Selanjutnya, kuman tersebut akan berkembang biak di lapisan dalam jantung (endokardium).
Kuman penyebab endokarditis dapat masuk ke aliran darah melalui:
• Gigi yang berlubang atau infeksi pada rongga mulut, sehingga kuman dapat masuk dengan mudah ke aliran darah
• Bagian tubuh lain yang terinfeksi, misalnya infeksi di kulit, infeksi menular seksual, atau infeksi di saluran pencernaan
• Kateter urine atau jarum infus, terutama yang telah dipasang dalam jangka waktu lama, misalnya pada pasien stroke atau cuci darah
• Jarum suntik yang terkontaminasi kuman, baik pada penggunaan NAPZA suntik, pembuatan tato, maupun pemasangan tindik
2. Faktor risiko endokarditis
Endokarditis dapat dialami oleh siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kondisi ini, yaitu:
• Berusia lebih dari 60 tahun
• Menggunakan katup jantung buatan
• Menderita kerusakan di katup jantung
• Memiliki penyakit jantung bawaan
• Menggunakan alat bantu di jantung, seperti alat pacu jantung
• Pernah menderita endokarditis sebelumnya
• Pernah menggunakan NAPZA bentuk suntik
• Memiliki daya tahan tubuh lemah
• Memakai kateter dalam jangka panjang
• Memiliki kesehatan gigi dan mulut yang buruk
3. Gejala Endokarditis
Gejala endokarditis bisa berkembang secara perlahan dalam hitungan minggu atau bulan (subacute endocarditis), atau secara mendadak dalam beberapa hari (acute endocarditis). Hal tersebut tergantung pada penyebab infeksi dan apakah penderita mengalami gangguan pada jantung.
Gejala yang dapat muncul pada penderita endokarditis adalah:
• Demam
• Menggigil
• Tubuh mudah lelah
• Nyeri otot dan sendi
• Keringat berlebih pada malam hari
• Pembengkakan di kaki, tungkai kaki, atau perut
• Sesak napas, terutama saat beraktivitas
• Nyeri dada, terutama saat bernapas
• Bunyi jantung tidak normal
• Sakit kepala
• Batuk
• Kulit pucat
Pada kasus yang jarang terjadi, gejala lain juga dapat muncul, seperti:
• Berat badan menurun
• Hematuria (darah pada urine)
• Nyeri tekan di bawah tulang rusuk kiri (limpa)
• Bintik merah, ungu, atau cokelat tanpa disertai nyeri di telapak tangan atau kaki
• Benjolan merah atau ungu yang terasa nyeri di jari tangan atau kaki
• Bintik merah, ungu, atau cokelat di kulit, bagian putih mata, atau di dalam mulut
• Linglung
4. Pengobatan Endokarditis
Endokarditis umumnya dapat sembuh dengan pemberian obat-obatan. Namun, pada beberapa kasus, prosedur bedah perlu dilakukan, terutama jika pasien memiliki katup jantung prostetik, menderita infeksi endokarditis yang tidak kunjung membaik, mengalami gagal jantung yang parah, atau terdapat abses jantung.
Berikut ini adalah metode pengobatan endokarditis yang dapat dilakukan oleh dokter:
• Obat-obatan
Obat-obatan yang diberikan oleh dokter akan disesuaikan dengan jenis kuman yang menyebabkan infeksi. Jika infeksi disebabkan oleh bakteri, pasien akan diberikan antibiotik suntik selama di rumah sakit.
• Operasi
Operasi diperlukan untuk menangani endokarditis yang tidak kunjung sembuh, dan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang sudah rusak. Operasi juga bisa dilakukan pada endokarditis yang disebabkan oleh infeksi jamur. Dari seluruh kasus endokarditis, sekitar 15–25% pasien memerlukan prosedur operasi.
5. Pencegahan Endokarditis
Endokarditis dapat dicegah dengan menghindari paparan kuman yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Upaya yang dapat dilakukan antara lain:
• Menjaga kebersihan gigi dan mulut
• Memeriksakan diri ke dokter gigi secara teratur setiap 6 bulan
• Menghindari perilaku yang dapat memicu infeksi, seperti menggunakan jarum suntik yang tidak steril
• Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter bila memiliki riwayat endokarditis sebelumnya, pernah menjalani operasi cangkok katup jantung, atau memiliki penyakit jantung bawaan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....