IHSG Turun Makin Dalam ke Level 7.161
- 15 Nov 2024 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan lesu. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan, rupiah turun 0,74 persen (53 poin) ke level 7.161.
IHSG sempat menguat saat pembukaan perdagangan. Setelah itu malah merosot terus ke zona merah sepanjang sesi perdagangan, dengan level terendah 7.122.
Sebanyak 400 saham harganya turun, 320 saham stagnan dan 217 saham harganya naik. Saham sektor industrial naik paling kuat (0,49 persen), saham sektor bahan baku turun paling dalam (-1,92 persen).
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 48,35 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 1,1 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp11,73 triliun dan kapitalisasi pasar hingga perdagangan ditutup tercatat sebesar Rp12.063 triliun.
Sampai akhir pekan ini, masih terjadi aksi jual oleh investor asing dengan jual bersih (net sell) sebesar Rp283,68 miliar. Saham-saham yang banyak dijual asing adalah BBRI, BUMI, BMRI, ADRO dan BBNI.
Sentimen dalam dan luar negeri ikut mendorong pelemahan IHSG akhir pekan ini. Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia Research menyoroti laporan neraca perdagangan Indonesia di Oktober 2024.
"Surplus neraca perdagangan turun menjadi 2,57 miliar dolar AS di Oktober. Realisasinya lebih rendah dari estimasi pasar 3,05 miliar dolar," kata Tim Analis Phillip Sekuritas.
Menurutnya, surplus bulan Oktober menjadi surplus neraca perdagangan paling rendah sejak Juni. Diakibatkan lonjakan Impor yang naik 17,49 persen secara tahunan.
Sementara faktor global yang mempengaruhi antara lain rilis data ekonomi Oktober di Tiongkok. Seperti penjualan ritel, data produksi industri, tingkat pengangguran yang memperlihatkan tanda-tanda ketahanan ekonomi Tiongkok.
Sehingga, tambah Tim Phillip Sekuritas Indonesia, bursa saham di Asia hari ini juga ditutup dengan indeks beragam. Sebagain indeks saham naik, sebagian lagi mengalami penurunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....