Angka Pengangguran Meningkat karena Badai PHK

  • 07 Mei 2025 08:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

ANGKA pengangguran Indonesia per Februari 2025 naik 0,08 juta orang menjadi 7,28 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini sejalan dengan banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) belakangan terakhir. Hal itu dikatakan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Senin (5/5/2025)

Data BPS, penduduk usia kerja dalam periode tersebut mencapai 216,79 juta orang atau naik 2,79 juta orang. Ini terbagi atas angkatan kerja sebanyak 153,05 juta orang dan bukan angkatan kerja 63,74 juta orang.

Dari total angkatan kerja, yang mampu mendapatkan pekerjaan sebesar 145,77 juta orang. Terdiri dari pekerja penuh 96,4 juta orang, paruh waktu 37,26 juta orang dan setengah pengangguran 11,67 juta orang.

Secara rinci, diantara 145,77 juta orang yang bekerja, terdapat pekerja penuh 96,48 juta orang, pekerja paruh waktu 37,62 juta orang dan setengah pengangguran 11,67 juta orang. BPS mengungkapkan, pasar tenaga kerja adalah jumlah seluruh angkatan kerja yang mencari pekerjaan dan siap untuk bekerja.

Realitasnya, angkatan kerja ini didalamnya ada yang sudah bekerja dan ada yang belum mendapatkan pekerjaan atau dengan kata lain menganggur. Dunia kerja semakin menantang.

Angkatan kerja terus bertambah, tetapi lowongan kerja terbatas dengan syarat ketat. Situasi bertambah rumit akibat badai pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Tak heran, pekerja kerah putih harus banting setir ke kerah biru demi bertahan hidup. Bahkan di media sosial beredar beberapa lulusan sarjana yang terkena PHK atau kontraknya tidak diperpanjang melamar pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART).

Namun, fenomena itu sejatinya dekat dengan keseharian warga Jabodetabek saat ini. Selain ART, banyak sarjana kini juga para sarjana melamar menjadi petugas kebersihan, pekerja proyek agar dapur rumah tetap ngebul.

Kita berharap serapan lapangan pekerjaan di Indonesia semakin terbuka. Dan dapat menyerap angkatan kerja dapat meraih pekerjaan sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya.

Semoga pada era presiden Prabowo dan Wapres Gibran peluang-peluang ekonomi semakin meningkat dan dapat menekan angka pengangguran.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....