Jangan ! Kali Jangkok Hanya lokasi Buang Sampah
- 16 Sep 2023 10:16 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram. Sungai atau Kali sebutan lainnya, yang tersebar di Daerah ini, Kecuali Sungai yang ada di Sesaot, Aikmel dan sebagian Lombok Timur, Lombok Utara dan Lombok Tengah bagian utara, airnya hingga kini masih menjadi sumber air bersih memenuhi kebutuhan sehari hari masyarakat.Sedangkan Sungai atau Kali yang membelah Kota Mataram, airnya kini, hanya menjadi media buang sampah hingga sampai di bibir Pantai, hampir seluruhnya bercampur dengan sampah, bergumpl dengan lumur, karena prilaku oknum warga yang seenaknya membuang sampah di Kali.
Dulu di era tahun 80-han Kali Jangkok kali yang membelah Kota Mataram dan Ampenan, airnya sangat jernih dan segar, dimanapun kita mandi, senantiasa memberikan kesejukan, Udang pun dapat kita peroleh dengan begitu mudah, di sela sela batu apung atau ditepian antara bebatuan,terdapat banyak udang, masi seger, demikian juga dengan jenis ikan lain seperti lele dan ikan gabus. Relitas yang sama juga kita temukan di berbagai Sungai di Wilayah lain di Nusa Tenggara Barat, mampu memberikan kesejukan, segar dan nyaman serta enak dipandang mata karena saking jernihnya.
Kenangan tentang kejernihan air sungai, dimasa lalu itu, berlalu begitu saja, hanya bisa kita mengenang dan mengingatnya, sekaligus menjadi bahan cerita buat anak cucu, kelak. Jaman sudah berubah seiring semakin kompleknya kebutuhan manusia, Kali Jangkok yang dulu bersih dan jernih, setelah pasirnya menjadi bahan mata pencarian, dikeruk secara massive, menyebabkan kali jangkok menjadi berlumpur dan bercampur dengan sampah.Kali atau Sungai lain bernasib sama dengan Kali Jangkok, dieksploitasi pasirnya dan yang tersisa kubangan lumpur, menyebabkan airnya tidak lagi sejernih dimasa lalu.
Belum lagi prilaku oknum masyarakat yang tinggal di Sepadan Sungai, membuang sampah seenak perut, tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan minimal, bau berubah dan airpun keruh, tidak sehat hanya dapat digunakan untuk pertanian, itupun sangat kecil karena airnya terbuang ke Pantai. Kita bersyukur ada program Pasangan Zul Rohmi yang memunyai NTB Hijau dan Lestari melalui program Zerro Waste, dapat minimal memberikan kesadaran kepada masyarakat, supaya tidak membuang sampah di Kali atau Sungai,sebab selain menyebabkan air menjadi tidak sehat, bau, kotor.
Sebgai sebuah contoh mengajak masyarakat saja, untuk memilih dan memilah sampah organic dan an organic dari rumah tangga, Pemerhati Lingkungan menemukan kesulitan, dalam mengubah prilaku masyarakat. Inilah kendala yang masih terjadi hingga hari ini, termasuk kebiasaan membuang sampah di Kali atau Sungai.Kita yakin dan optimis program yang dilontorkan Pemerintah Kota dan Kabupaten melalui jalinan kerjsama dengan Pemerintah Provinsi, senantiasa dapat mengubah wajah kali atau sungai kita di Nusa Tenggara Barat. Selama Gunung Rinjani, tetap berdiri kokoh, Sumber air, senantiasa terus megali ke bagian Lembaga Selatan Rinjani. Nasrudin Redaktur RRI Mataram
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....