Capaian jelang Dua Tahun Pemerintahan Prabowo dan Tantangannya

  • 21 Sep 2026 07:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menjadi momentum evaluasi capaian dan tantangan
  • Presiden Prabowo menyebut, pemerintah telah menghasilkan sejumlah capaian nyata bagi rakyat
  • Indonesia disebut telah mencapai swasembada pangan dan beras, lebih cepat dari target
  • Capaian tersebut perlu diikuti evaluasi, agar manfaat program semakin merata

MENJELANG dua tahun usia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, 20 Oktober mendatang 2026. Momentum ini tepat untuk menakar sejauh mana, deretan program besar mengakar di tengah masyarakat.

Sejumlah program utama mendapat sorotan, Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga Sekolah Rakyat (SR). Selain itu, masih ada Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), program sektor perumahan, serta ketahanan pangan.

Untuk MBG, hingga Agustus 2026 tercatat lebih dari 62 juta penerima manfaat. Sementara CKG menjangkau sekitar 60 juta peserta, di 10.200 puskesmas hingga Juni lalu.

Di sektor pendidikan, hampir 16.000 siswa di 34 provinsi, telah belajar di 166 Sekolah Rakyat sejak awal tahun. PR selanjutnya, memastikan fasilitas ini tumbuh beriringan, dengan penguatan pendidik dan pendampingan keluarga prasejahtera.

Pada penguatan ekonomi kerakyatan lewat KDKMP, dari 10 ribu koperasi yang berdiri, sekitar 3.300 dinilai sudah beroperasi optimal. Tugas berat berikutnya, mendampingi ribuan koperasi lain agar benar-benar hidup sebagai penggerak ekonomi lokal.

Sektor perumahan melalui program bedah rumah, telah mencapai 132.000 unit hingga September, dari target 400 ribu unit tahun ini. Mempercepat sisa target, tentu menjadi pekerjaan rumah yang dinantikan warga penerima manfaat.

Di bidang ketahanan pangan, swasembada delapan komoditas dan proyeksi produksi beras 34,77 juta ton tahun ini, perlu dijaga. Yakni melalui stabilitas harga di tingkat konsumen, serta perlindungan nilai tukar petani.

Capaian tersebut menunjukkan masifnya jangkauan, yang kini perlu disempurnakan lewat konsistensi kualitas dan ketepatan distribusi di lapangan. Dua tahun pertama adalah fase konsolidasi, ukuran keberhasilan bukan sekadar besarnya angka partisipasi.

Apakah layanan kesehatan kian mudah? piring makan anak-anak makin bergizi? dan ekonomi warga bergerak naik kelas? Mandat lima tahun masih panjang, ruang perbaikan selalu terbuka, bagi kebijakan yang berpihak pada denyut nadi rakyat.

Dengan evaluasi yang terbuka dan konstruktif, maka kepercayaan publik terhadap program pemerintah, akan makin menguat.

(Naskah juga disusun oleh Yuliana Marta Doky, Kepala Pusat Pemberitaan LPP RRI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....