Upaya Indonesia Menjaga Kemandirian Ekonomi dan Keseimbangan Global

  • 14 Sep 2026 07:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menghadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
  • Keanggotaan penuh BRICS membuka peluang memperkuat perdagangan dan investasi Indonesia
  • Keberhasilan Indonesia di BRICS harus diukur melalui manfaat konkret bagi ekonomi nasional

PRESIDEN Prabowo Subianto menghadiri KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India, pada 12 hingga 13 September 2026. Kehadiran ini menjadi momentum penting, karena Indonesia kini berstatus sebagai anggota penuh BRICS.

Keikutsertaan Indonesia menunjukkan upaya memperkuat peran dalam kerja sama multilateral, khususnya bersama negara-negara berkembang. Indonesia juga ingin mendorong tatanan ekonomi global yang lebih seimbang, dan memberikan ruang lebih besar bagi kepentingan Global South.

Bagi Indonesia, BRICS membuka peluang memperluas pasar perdagangan, investasi, kerja sama energi, pangan, hingga pembiayaan pembangunan. Artinya, Indonesia memiliki tambahan pilihan strategis di tengah dinamika persaingan kekuatan global.

Keanggotaan ini juga menempatkan Indonesia pada posisi yang semakin strategis. Terutama dalam hubungannya dengan Tiongkok, Rusia, India, maupun negara-negara Barat.

Indonesia tentu tidak harus memilih, antara Barat atau Timur. Prinsip politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi kompas utama, untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

Tantangan terbesar ke depan adalah memastikan keanggotaan ini memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Investasi harus mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat daya saing ekspor, dan bermuara pada ketahanan nasional.

BRICS juga harus menjadi ruang efektif bagi Indonesia, untuk menyuarakan keadilan tata kelola ekonomi global. Di sisi lain, Indonesia tetap harus berhati-hati, agar upaya mengurangi ketergantungan konvensional, tidak menjerumuskan pada kerentanan bentuk baru.

Kehadiran Indonesia di BRICS, harus dilihat sebagai instrumen untuk memperbanyak opsi, bukan mengganti satu kubu dengan kubu lain. Semakin beragam mitra kerja sama yang dimiliki, semakin kokoh pula posisi tawar kita di kancah internasional.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan keanggotaan ini bukanlah seberapa sering kita hadir dalam forum elit global. Melainkan mampu memperkuat fondasi ekonomi domestik, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

(Naskah turut disusun oleh Yuliana Marta Doky, Kepala Pusat Pemberitaan LPP RRI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....