Strategi Kuat PLTS menuju Kemandirian Energi Nasional

  • 01 Sep 2026 07:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program PLTS 100 gigawatt peak di Gilimanuk, Bali, sebagai momentum mempercepat kemandirian energi nasional Indonesia.
  • Program ini dimulai dengan 14 proyek awal berkapasitas 5.300 megawatt peak dengan berbagai skema pembangunan mulai dari skala besar, terapung, atap, wilayah 3T, hingga sektor industri.
  • Keberhasilan megaproyek ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan eksekusi yang terukur serta tepat sasaran untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

PROGRAM Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS 100 gigawatt peak yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto di Gilimanuk, Bali, adalah momentum emas untuk mempercepat kemandirian energi nasional. Langkah awal penyiapan 14 proyek berkapasitas 5.300 megawatt peak membuktikan komitmen nyata pemerintah mengakhiri ketergantungan pada energi fosil.

Pembangunan bertahap dengan berbagai skema, mulai dari skala besar, terapung, atap, wilayah 3T, hingga sektor industri, harus dieksekusi secara terukur dan tepat sasaran. RRI memandang, keberhasilan megaproyek ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor.

Kesiapan PLN dalam mengintegrasikan transmisi, distribusi, serta sistem penyimpanan energi, menjadi kunci mutlak agar tambahan pasokan listrik benar-benar dirasakan rakyat. Transisi energi tidak boleh sekadar mengejar angka kapasitas di atas kertas, melainkan harus berfokus pada efisiensi dan pemerataan akses hingga ke daerah terluar.

Lebih dari itu, PLTS 100 GWp wajib menjadi penggerak ekonomi domestik. Pemerintah harus memastikan rantai pasok, mulai dari industri panel surya, baterai, hingga penyerapan tenaga kerja lokal, hidup dan berkembang di dalam negeri.

Dengan demikian, transisi hijau ini tidak hanya melahirkan energi bersih, tetapi juga mendongkrak daya saing industri nasional. RRI tentu mendukung penuh langkah strategis ini dengan catatan penting: pengawasan ketat, transparansi dan evaluasi berkala harus dikedepankan.

Mari pastikan ambisi besar swasembada energi ini berbuah manis: pasokan listrik yang andal, ekonomi yang berkeadilan dan kedaulatan bangsa yang kokoh.

Penulis: Syariful Alam dan Yuliana Marta Doky

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....