Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerja Sama Pertahanan Strategis
- 22 Agt 2026 07:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Tiongkok perkuat kerja sama strategis di bidang pertahanan
- Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan Menhan Tiongkok, Laksamana Dong Jun
- Indonesia tetap mengedepankan kedaulatan dan kepentingan nasional
- Kemitraan Indonesia-Tiongkok diharapkan memperkokoh pertahanan dan stabilitas kawasan
- Kerja sama harus dibangun berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan
HUBUNGAN Indonesia dan Tiongkok kembali memasuki momentum penting, dalam memperkuat kerja sama strategis kedua negara. Momentum itu terjadi, saat Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan Menhan Tiongkok, Laksamana Dong Jun.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara secara konkret. Kerja sama mencakup peningkatan kemampuan personel, latihan bersama, hingga pengembangan industri pertahanan.
Indonesia bahkan mengundang Angkatan Bersenjata Tiongkok berpartisipasi dalam latihan bersama. Langkah tersebut menunjukkan kerja sama pertahanan harus diwujudkan secara konkret, bukan sekadar komunikasi diplomatik.
Namun, kerja sama tersebut harus tetap ditempatkan, dalam koridor kepentingan nasional Indonesia. Setiap kesepakatan wajib memberikan nilai tambah, bagi kemampuan pertahanan dan kemandirian bangsa.
Hal ini semakin relevan, di tengah ancaman keamanan yang semakin kompleks dan dinamis. Ancaman tersebut mencakup keamanan maritim, teknologi pertahanan, hingga berbagai ancaman non-konvensional.
Penguatan sektor pertahanan, berjalan beriringan dengan langkah diplomatik melalui Dialog Strategis Komprehensif di Jakarta. Dialog tersebut mencakup lima pilar utama, yakni politik, ekonomi, maritim, sosial, dan keamanan.
Indonesia perlu memanfaatkan momentum kerja sama ini secara cermat dan terukur. Kerja sama industri pertahanan harus berorientasi pada transfer teknologi serta penguatan industri pertahanan nasional.
Indonesia terbuka terhadap kerja sama global, namun kedaulatan dan kepentingan nasional tetap menjadi pijakan utama. Dengan prinsip tersebut, kemitraan strategis bersama Tiongkok dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia.
Kemitraan ini diyakini dapat memperkokoh postur pertahanan nasional sekaligus mendukung stabilitas kawasan. Kerja sama tersebut juga diharapkan menjaga perdamaian dan keseimbangan geopolitik regional.
Karena itu, setiap kerja sama pertahanan perlu diarahkan pada kepentingan strategis nasional. Termasuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, teknologi, industri, dan kemandirian pertahanan Indonesia.
Kemitraan Indonesia dan Tiongkok harus terus dibangun berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan. Dengan demikian, kerja sama strategis dapat memperkuat pertahanan sekaligus berkontribusi bagi stabilitas kawasan.
(Naskah juga disusun oleh Kepala Pusat Pemberitaan LPP RRI, Yuliana Marta Doky)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....