81 Tahun Indonesia Merdeka dari Malnutrisi
- 17 Agt 2026 07:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia telah memasuki usia 81 tahun kemerdekaan sejak diproklamasikan di tahun 1945.
- Kemerdekaan belum sepenuhnya bermakna karena masih ada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi dan mengakses layanan kesehatan yang memadai.
- Pangan bukan sekadar masalah ketersediaan barang, melainkan juga tentang kemampuan masyarakat membeli pangan bergizi dengan harga terjangkau secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
NEGARA Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah memasuki usia 81 tahun kemerdekaan. Namun kemerdekaan belum sepenuhnya bermakna jika masih ada masyarakat yang kesulitan memenuhi pangan bergizi dan memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Pangan bukan sekadar persoalan tersedia atau tidak. Masyarakat juga harus mampu membeli pangan bergizi dengan harga terjangkau secara berkelanjutan dan merata di seluruh tanah air.
Untuk itulah Pemerintah mendorong swasembada pangan sekaligus konsisten menjalankan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperbaiki kualitas asupan gizi masyarakat terutama bagi kelompok rentan.
Tetapi tantangannya tentu tidak sederhana. Ketersediaan pangan harus terus dijaga, di tengah produksi yang kerap menghadapi ancaman perubahan iklim, gangguan rantai distribusi serta tekanan fluktuasi harga komoditas global.
Selain itu, MBG juga harus dipastikan tepat sasaran serta menjangkau seluruh penerima manfaat secara merata. Bukan hanya anak-anak di perkotaan tetapi juga mereka yang tinggal di daerah tertinggal, wilayah kepulauan hingga daerah terluar dengan akses pangan yang sangat terbatas.
Di sisi lain, kestabilan harga pangan tetap menjadi ukuran penting keberhasilan sebuah kebijakan. Swasembada pangan akan kehilangan esensinya jika bahan pangan melimpah di pasaran tetapi tetap tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Kebijakan pangan nasional harus berjalan secara terpadu dari hulu hingga hilir. Produksi petani lokal perlu diperkuat, jalur distribusi diperbaiki dan daya beli masyarakat harus terus dilindungi.
Tidak hanya di sektor pangan, Pemerintah juga berupaya menghadirkan kemerdekaan yang seutuhnya melalui program Cek Kesehatan Gratis atau CKG. Program strategis ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan rutin dan deteksi dini berbagai potensi penyakit.
Sesungguhnya CKG amatlah penting karena penyakit yang terdeteksi lebih awal tentu memiliki peluang penanganan dan kesembuhan yang jauh lebih baik. Namun pemeriksaan kesehatan saja belumlah cukup jika tidak diikuti oleh optimalisasi layanan fasilitas medis, ketersediaan serta pemerataan distribusi obat, akses pemeriksaan lanjutan hingga jaminan pembiayaan yang memadai.
Indonesia yang merdeka dari malnutrisi, berarti tidak boleh ada lagi keluarga yang harus kebingungan memilih antara pemenuhan makanan bergizi atau kebutuhan pokok lainnya. Sedangkan merdeka untuk sehat, berarti setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.
Pemaknaan 81 tahun kemerdekaan ini harus menjadi momentum kebersamaan dalam memperluas cakupan kesejahteraan sosial. Sebab pada hakikatnya bangsa ini masih belum sepenuhnya merdeka jika masih ada warga yang kekurangan pangan bergizi serta mengalami kesulitan dalam mendapatkan layanan kesehatan.
(Penulis: Tomo Hakim dan Yuliana Marta Doky)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....