Meningkatnya Kepercayaan Dunia Terhadap Ekonomi Indonesia

  • 15 Agt 2026 07:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepercayaan dunia terhadap ekonomi Indonesia meningkat
  • Fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih solid
  • Prospek ekonomi Indonesia di tengah tekanan global
  • Penilaian positif datang dari Standard & Poor’s (S&P) dan China Lianhe Rating

DI tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, kepercayaan dunia terhadap prospek ekonomi Indonesia justru menguat. Hal tersebut kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya di hadapan sidang paripurna MPR, DPR dan DPD RI yang menyoroti apresiasi luas dari dunia internasional terhadap ketahanan dan arah kebijakan fiskal nasional.

Kepala Negara mengungkapkan penilaian positif dari berbagai lembaga pemeringkat internasional membuktikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia berada pada jalur yang tepat dan kredibel di mata investor global. Pengakuan tersebut antara lain datang dari Standard & Poor's atau S&P, lembaga pemeringkat kredit global yang menjadi salah satu rujukan penting pelaku pasar internasional.

Penilaian serupa juga disampaikan oleh China Lianhe Rating, salah satu lembaga pemeringkat kredit utama di Tiongkok yang memperkuat diversifikasi kepercayaan pasar global terhadap Indonesia. Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan, pandangan positif dunia internasional terhadap Indonesia merupakan sebuah sinyal serius, terutama ketika melihat berbagai capaian konkret pembangunan nasional.

Kepercayaan tersebut tentu menjadi modal diplomasi ekonomi yang sangat penting, namun tidak boleh sekadar berhenti sebagai angka-angka di atas kertas. Momentum pidato Presiden tersebut harus diterjemahkan secara taktis oleh seluruh pemangku kepentingan.

Pemerintah bersama dunia usaha harus mampu mengubah kepercayaan global tersebut menjadi investasi berkualitas, penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya, penguatan industri dalam negeri hingga peningkatan kesejahteraan nyata bagi masyarakat di akar rumput. Fundamental ekonomi yang solid juga harus terus dikawal ketat, melalui stabilitas fiskal yang terjaga, pengendalian inflasi yang konsisten, peningkatan produktivitas nasional serta kepastian regulasi bagi dunia usaha.

Indonesia juga harus sigap memanfaatkan momentum geopolitik dan geoekonomi ini untuk mempercepat agenda hilirisasi serta memperkuat daya saing industri nasional di kancah global. Pada akhirnya, RRI menegaskan bahwa ukuran keberhasilan ekonomi yang sejati, bukanlah sekadar predikat dari lembaga pemeringkat, melainkan sejauh mana kepercayaan dunia tersebut mampu menerjemahkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas dan dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia.

(Editor: Yuliana Marta Doky)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....