Target Substitusi LPG jadi CNG 3 Kg Tahun Ini
- 07 Mei 2026 07:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Langkah strategis Pemerintah yang akan menyubstitusi gas alam cair (LPG) 3 kg menjadi gas alam terkompresi (CNG) dalam tahun ini patut diacungi jempol.
- CNG merupakan bagian dari alternatif sumber energi yang tersedia di dalam negeri sehingga bisa mengurangi ketergantungan impor LPG.
- Uji coba tabung CNG 3 kg yang tengah dilakukan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan dapat berjalan sesuai harapan.
LANGKAH strategis Pemerintah yang akan menyubstitusi gas alam cair (LPG) 3 kg menjadi gas alam terkompresi (CNG) dalam tahun ini patut diacungi jempol. Sebab CNG merupakan bagian dari alternatif sumber energi yang tersedia di dalam negeri sehingga bisa mengurangi ketergantungan impor LPG.
Catatan yang ada menyebutkan, impor tahunan LPG mencapai sekitar 7 juta ton dari konsumsi LPG nasional yang mencapai 8,6 juta ton pertahun. Indonesia harus mengeluarkan devisa sekitar Rp130 triliun hingga Rp140 triliun untuk mengimpor LPG dalam setahun.
Bahan baku CNG berasal dari gas alam yang didominasi oleh komponen metana (C1) dan etana (C2) yang kemudian dipadatkan (compress) hingga mencapai tekanan tertentu. Sehingga dalam penggunaannya memerlukan tabung khusus yang aman dan bisa langsung terhubung tanpa perlu pergantian kompor baru.
Saat ini, CNG ukuran 20 kg dan 12 kg sudah berjalan untuk digunakan di hotel dan restoran. Penggunaan CNG untuk segmen komersial tersebut sudah prudent dan lebih efisien.
Kita berharap uji coba tabung CNG 3 kg yang tengah dilakukan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan dapat berjalan sesuai harapan. Faktor keselamatan harus menjadi yang paling utama dipastikan dalam setiap tahapan pengujian sebelum nanti dimasifkan.
Selanjutnya, Pemerintah harus segera menyusun skema tata niaga dan distribusi serta pelibatan PT Pertamina maupun badan usaha swasta dalam substitusi LPG subsidi ke CNG 3 kg. Agar dalam tahap awal implementasinya nanti, utamanya di wilayah kota-kota besar khususnya di Pulau Jawa, harga pasar CNG 3 kg dapat lebih murah dibandingkan harga gas melon saat ini.
Dengan harga yang lebih murah dan mudah diperoleh tentu masyarakat lebih tertarik untuk menggunakan CNG 3 kg. Pada ujungnya nanti tentu akan mengurangi beban impor dan beban subsidi LPG 3 kg.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....