Indonesia dan Australia Memperkuat Kerja Sama Pertahanan

  • 09 Feb 2026 09:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

DINAMIKA keamanan kawasan Indo-Pasifik semakin kompleks. Ketegangan geopolitik, persaingan kekuatan besar, dan ancaman non-tradisional, menuntut kerja sama antarnegara yang lebih erat. Dalam konteks inilah, Indonesia dan Australia memperkuat hubungan pertahanan, melalui penandatanganan traktat keamanan bersama.

Perjanjian untuk menjaga stabilitas kawasan, dan memperkuat keamanan nasional masing-masing negara itu, ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, saat kedua pemimpin negara itu, kemarin bertemu di Istana Merdeka, Jakarta. 

Kerja sama pertahanan dipandang sebagai fondasi penting, dalam menjaga kawasan yang damai dan stabil, terutama ketika Presiden Prabowo menyebut, traktat ini sebagai penegasan hubungan erat kedua negara.

Di pihak lain, Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan, traktat keamanan ini mencerminkan persahabatan dan kepercayaan kedua negara, karena Australia memandang Indonesia, sebagai mitra strategis utama di kawasan.

Secara historis, Indonesia dan Australia bukan kali pertama menjalin kesepakatan serupa. Pada era Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Paul Keating, kedua negara pernah menandatangani perjanjian keamanan, yang menjadi tonggak hubungan bilateral.

Traktat keamanan juga menunjukkan peningkatan saling percaya, di tengah dinamika kawasan yang cepat berubah. Kerja sama pertahanan menjadi sinyal, bahwa stabilitas regional lebih efektif dijaga melalui kemitraan, bukan konfrontasi.

Selanjutnya, sikap yang perlu dilakukan yakni memastikan traktat ini, diterapkan secara konsisten dan transparan. Karena sejatinya, kerja sama harus memberi manfaat nyata, tanpa mengurangi prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

Rekomendasi Berita