Kekhawatiran Pecahnya Perang Dunia Ketiga

  • 09 Feb 2026 09:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

PRESIDEN RI Prabowo Subianto mengingatkan jajaran pemerintah pusat dan daerah tentang meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap potensi terjadinya Perang Dunia III. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam taklimat pada agenda Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin kemarin. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menyampaikan gambarannya akan dampak global yang bisa dirasakan negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik, seperti Indonesia.

Hal itu termasuk berbagai simulasi global menunjukkan perang nuklir akan membawa dampak lintas negara, mulai dari paparan partikel radioaktif hingga kerusakan lingkungan jangka panjang. Yang jelas, Negara Indonesia terkena partikel-partikel radio aktif yang bisa berimbas pada ikan-ikan di lautan Indonesia terkontaminasi, termasuk terjadi adanya nuklir winter dan menutup matahai tidak setahun-dua tahun, bahkan diprediksi para ahli nuklir winter tersebut bisa menutup matahari puluhan tahun.

Menghadapi situasi tersebut, Indonesia memiliki komitmen untuk menjalankan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, namun tetap nonblok dan tidak bergabung dengan pakta militer mana pun. Prinsip politik luar negeri tesebut adalah sebagai amanat konstitusi dan warisan para pendiri bangsa yang harus terus dijaga. Filosofi diplomasi yang dipegang Indonesia adalah memperbanyak kawan dan meminimalkan lawan.

Tentunya kita diingatkan  bahwa sikap nonblok berarti Indonesia harus siap berdiri di atas kekuatan sendiri jika menghadapi ancaman. Konsekwensi bila berprinsip kebijakan luar negeri nonblok dan tidak terlibat dalam pakta militer Negara manapun akan berimbas pada ancaman dan bila Indonesia diserang Negara lain tidak ada yang membantu Negara Indonesia.

Karena itu, pentingnya kemandirian nasional dan kepercayaan pada kekuatan sendiri, sebagaimana diajarkan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Bahwa dunia saat ini berada dalam kondisi nyata, bukan ideal, di mana kekuatan masih menjadi faktor penentu dalam hubungan internasional. Selain itu pentingnya tugas utama yang harus dipegang sebagai pemegang mandat rakyat adalah menjaga keselamatan bangsa dan melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Tentu negara Indonesia tidak menginginkan adanya peperangan, namun Indonesia harus selalu siap menghapadapi ancaman perang sebagai langkah pencegahan. Langkah pencegahan itu adalah hal penting agar Indonesia tetap waspada, dan tetap menjaga jati diri bangsa yang ramah namun berdaulat.

Penulis: Syariful Alam

Rekomendasi Berita