Keketuaan D-8 Momentum Indonesia di Selatan Global
- 03 Jan 2026 08:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
MULAI 1 Januari 2026, Indonesia memulai keketuaannya di Developing Eight atau D-8, yang diawali dengan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi D-8 ke-12 pada 15 April mendatang, sekaligus penyerahan resmi tampuk keketuaan dari Mesir. Momentum ini tentu menjadi pintu masuk bagi Indonesia, untuk mengarahkan D-8 ke peran yang lebih strategis.
Dalam keketuaannya, Indonesia mengusung lima prioritas utama, yakni integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru dan transisi hijau, konektivitas dan transformasi digital, serta reformasi organisasi D-8.
Kelima prioritas itu mencerminkan realitas global hari ini, rantai pasok yang terganggu, tuntutan ekonomi hijau, hingga percepatan digital.
Di bawah keketuaan Indonesia, D-8 diharapkan tidak lagi menjadi objek, tetapi subjek aktif dalam dinamika global. Artinya, D-8 tidak hanya merespons agenda negara maju, tetapi juga merumuskan kepentingannya sendiri.
Namun tantangannya tidak kecil. Perbedaan kapasitas ekonomi, kepentingan nasional, hingga stabilitas politik tiap negara anggota, bisa menghambat implementasi. Tanpa langkah konkret, keketuaan ini berisiko berhenti pada pernyataan bersama.
Dalam masa keketuaannya, Indonesia perlu memastikan kepemimpinan yang inklusif, pragmatis, dan terukur. Agenda harus diterjemahkan menjadi program nyata, dengan indikator jelas dan manfaat langsung, bagi masyarakat negara anggota.
Keketuaan D-8 adalah kesempatan bagi Indonesia, untuk membuktikan Global South bukan sekadar wacana, melainkan kekuatan yang mampu menentukan arah masa depan dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....