Mengawal Pergerakan Masyarakat secara Terpadu pada Nataru
- 26 Des 2025 07:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
LIBURAN merupakan momen yang paling ditunggu masyarakat, terutama libur panjang akhir tahun. Setelah beraktivitas di tempat kerja maupun lembaga pendidikan, masa liburan menjadi waktu yang dinantikan untuk melepas stres, beristirahat, dan menikmati kebersamaan dengan keluarga atau teman-teman.
Namun, liburan dapat menimbulkan persoalan apabila pelaksanaannya tidak sesuai harapan, seperti kemacetan, antrean panjang, maupun kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Kementerian Perhubungan memperkirakan 42,01 persen atau sekitar 119,5 juta penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan pada masa libur Natal dan Tahun Baru kali ini. Angka tersebut meningkat 2,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan pergerakan masyarakat sudah terlihat di berbagai lokasi. Di Bandara Soekarno-Hatta, pada periode 19–23 Desember 2025 tercatat 411.918 penumpang domestik dan 174.341 penumpang internasional.
Pada H-1 Natal 2025, hingga pukul 12.00 WIB, jumlah penumpang kereta api di wilayah Daop 4 Semarang mencapai 59.559 orang.
Sementara itu, arus penumpang di Terminal Purabaya (Bungurasih) Sidoarjo mencapai puncaknya pada Rabu kemarin, dengan total pergerakan sekitar 25 ribu orang dalam sehari.
Pemerintah terus mengawal pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan liburan maupun mudik akhir tahun. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, dalam rapat Persiapan Operasi Patroli Natal dan Tahun Baru 2025/2026 bersama TNI AL, BMKG, Pelindo, serta pemangku kepentingan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor tanpa mengenal hari libur terus diperkuat untuk menjaga keamanan pelayaran selama masa Nataru.
Menurutnya, koordinasi ini mencerminkan kesepahaman antara Kemenhub dan TNI AL dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi laut nasional. Ia menegaskan, penguatan pengawasan tidak bertujuan menakut-nakuti masyarakat, melainkan memberikan rasa aman dan nyaman bahwa seluruh moda transportasi—darat, laut, dan udara dikawal negara secara terpadu.
Rencana operasi patroli dinilai penting untuk memastikan seluruh aktivitas pelayaran memenuhi standar keselamatan, mengingat kecelakaan transportasi berpotensi menimbulkan korban jiwa yang harus dihindari. Kesiapsiagaan juga ditingkatkan menghadapi lonjakan mobilitas penumpang, kepadatan kapal, serta potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan BMKG terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru.
Diharapkan, kehadiran pimpinan Kemenhub, TNI Angkatan Laut, serta para pemangku kepentingan pelayaran di tengah pergerakan masyarakat menjadi bukti keseriusan negara dalam menghadirkan pengamanan maksimal bagi warga yang beraktivitas selama libur panjang Nataru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....