Besarnya Dampak Bencana di Sumatra
- 03 Des 2025 10:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
BENCANA banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatra meninggalkan jejak kehancuran luar biasa dan berdampak besar. Hujan deras yang turun terus menerus selama beberapa hari 24 November lalu menyebabkan banyak sungai meluap dan lereng perbukitan runtuh. Ratusan desa terendam banjir dan infrastruktur vital terputus, dan banjir bandang inipun menelan ratusan korban jiwa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat mencatat sejak awal tahun hingga November 2025 telah tercatat 2.726 kejadian bencana hidrometeorologi. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung lokasi banjir dan longsor di sejumlah titik di Sumatra dan melihat langsung dampak bencana dan kerusakan di Sumatra.
Data BNPB, Selasa kemarin, jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra dan Aceh bertambah menjadi 631 orang. Korban meninggal di Sumatera Utara 293 jiwa, Sumatra Barat 165 jiwa dan Aceh 173 jiwa.
Cuaca ekstrem hanyalah pemicu awal. Dampak merusak banjir bandang tersebut sesungguhnya diperparah oleh rapuhnya benteng alam di kawasan hulu.
Kerusakan ekosistem hutan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS), telah menghilangkan daya dukung dan daya tampung ekosistem hulu untuk meredam curah hujan tinggi. Hilangnya tutupan hutan berarti hilang pula fungsi hutan sebagai pengendali daur air kawasan melalui proses hidrologis intersepsi dan infiltrasi. Akibatnya erosi dan limpasan permukaan yang akhirnya memicu erosi masif dan longsor yang menjadi cikal bakal munculnya banjir bandang.
Karena itu langkah utama yang harus dilakukan adalah perbaikan tata lingkungan. Pada akhirnya, kunci ketangguhan menghadapi bencana lebih pada keseimbangan hubungan manusia dan alam. Termasuk dalam melindungi hutan, menata ruang berbasis mitigasi, dan meningkatkan kesadaran ekologis, masyarakat di Sumatra dan Indonesia secara umum.
Penulis: Syariful Alam
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....