Penyelidikan Ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo
- 10 Okt 2025 07:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
KEPOLISAN Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) memastikan akan melakukan penyelidikan terhadap penyebab ambruknya bangunan bertingkat Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, yang menewaskan puluhan santri. Namun, langkah hukum itu baru akan dimulai setelah proses evakuasi dan pencarian korban dinyatakan rampung sepenuhnya.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, Selasa kemarin Polda Jatim fokus dalam upaya pencarian dan evakuasi terhadap korban-korban robohnya Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Mapolda Jatim menegaskan bahwa proses penegakan hukum akan dilakukan begitu seluruh aspek kemanusiaan, termasuk pencarian dan penanganan korban tertimbun runtuhan, benar-benar selesai.
Polda Jatim pastikan akan lakukan olah TKP lebih lanjut. Kombes Jules menegaskan bahwa ketika penyelidikan dimulai, olah tempat kejadian perkara (TKP) akan menjadi langkah awal yang pasti dilakukan oleh penyidik kepolisian. Namun, ia menegaskan bahwa TKP dalam konteks bencana seperti ini berbeda dengan TKP tindak pidana lain.
Polisi akan melakukan penyidik dengan melakukan penggalian data yang dibutuhkan dalam rangka penanganan penegakan hukum atas insiden tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses hukum baru akan dimulai setelah Basarnas menyatakan operasi pencarian korban selesai dan lokasi benar-benar aman untuk dilakukan pemeriksaan.
Kita berharap agar penyelidikan dan penggalian data ambruknya Ponpes Al Khoziny dapat segera terselesaikan dan dapat dilakukan penegakan hukum. Kita harapkan juga agar kejadian ambruknya Ponpes Al Khoziny dapat dijadikan pelajaran dan kejadian tersebut tidak terjadi kembali di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....