Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji
- 14 Jun 2025 09:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
KEMENTERIAN Agama mengatakan proses puncak haji di Arafah telah selesai. Puncak haji dengan wukuf di Arafah berlangsung pada 9-10 Zulhijjah 1446 Hijriah atau 5-6 Juni 2025. Wukuf adalah salah satu rukun haji yang mengharuskan peziarah berdiam diri di padang Arafah. Dalam pelaksanaan puncak haji, Tim Pengawas Haji DPR RI memberikan evaluasi pelaksanaan haji 2025.
Anggota Tim Pengawas Haji DPR Adies Kadir, Minggu lalu berpendapat Kementerian Agama kurang melakukan antisipasi dan evaluasi dalam pelaksanaan ibadah haji 2025. Beberapa di antaranya jemaah haji yang diusir dari tempat istirahat pada malam hari, jemaah yang tertinggal rombongan, hingga keterlambatan distribusi konsumsi.
Sementara anggota Timwas Haji lainnya, Abdul Fikri Faqih menyoroti masalah menjelang puncak haji. Salah satunya adalah persoalan transportasi jemaah menuju Arafah. Dia menyebut banyak jemaah yang sudah mengenakan kain ihram sejak Rabu pagi, 4 Juni 2025 waktu Arab Saudi, harus menunggu tanpa kepastian hingga Kamis pagi untuk bisa berangkat.
Selain itu, saat safari wukuf banyak jemaah yang didaftarkan layanan kesehatan dan kondisi sakitnya berat sangat banyak. Hal itu mengindikasikan longgarnya pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan. Total ada 2.000 jemaah didaftarkan mengikuti layanan wukuf darurat tersebut, namun yang bisa dilayani hanya 500 jemaah, karena keterbatasan petugas.
Informasi tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap jemaah yang berangkat dalam kondisi tidak layak secara medis.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar memenuhi undangan Kerajaan Arab Saudi guna membahas evaluasi pelaksanaan Haji 2025, Sabtu, 7 Juni lalu. Menag menyebut, Indonesia tetap menjadi perhatian Saudi karena jumlah jemaahnya yang sangat banyak.
Dari hasil pertemuan tahunan delegasi haji bersama Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, secara umum pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Menag juga sempat menyampaikan permintaan maaf terkait ketidaknyamanan saat proses pergerakan ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Kita berharap pelaksanan penyelenggaraan haji 2025 bisa menjadi evaluasi mendalam terkait persoalan pelayanan dan penyelenggaraan. Ke depan, dalam pelaksanaan haji sebelumnya bisa menjadi pelajaran dan dapat mengatasi permasalahan transportasi saat wukuf dan memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal bagi jemaah.
Penulis: Syariful Alam
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....