Strategi Diplomasi Indonesia di Tengah Dunia yang Berubah

  • 12 Jul 2025 07:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

TATANAN global saat ini sedang bergeser. Dunia kini tak lagi didominasi satu kutub kekuatan, karena kita kini dapat menyaksikan dinamika multipolar, dengan munculnya kekuatan baru seperti BRICS, yang diprakarsai Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, berhadapan dengan kekuatan lama seperti G7. Selain itu, muncul pula rivalitas Amerika Serikat dengan Tiongkok, yang makin terbuka.

Di tengah perubahan besar ini, Indonesia tidak bisa hanya jadi penonton. Oleh karenanya pemerintah menyusun empat pilar utama diplomasi, yakni diplomasi ekonomi, perbatasan, kesehatan, dan diplomasi publik, agar negara kita tetap berdaulat, berdaya saing, dan relevan di kancah global.

Dalam dinamika kancah global, Indonesia juga tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Artinya, kita tidak memihak blok mana pun, tapi aktif dalam menciptakan perdamaian dan keadilan global.

Dengan bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, posisi kita sebenarnya makin strategis, terutama dalam mendukung agenda negara-negara berkembang atau Selatan-Global. Bukan sekadar ikut duduk di meja, Indonesia dapat ikut mendesain ulang tatanan global, salah satunya melalui partisipasi di New Development Bank milik BRICS, sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur yang lebih inklusif dan tanpa syarat politik, sebagaimana sering diterapkan lembaga Barat.

Strategi diplomasi bukan hanya mengenai hubungan luar negeri, tapi soal masa depan bangsa. Ketika diplomasi dijalankan dengan visi dan ketegasan, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh rakyat dalam bentuk stabilitas, munculnya lapangan kerja, keamanan wilayah, hingga harga diri bangsa di forum dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....