Warga Geruduk PT. PSL Buntut Matinya Karet Milik Warga
- 17 Sep 2024 08:06 WIB
- Sintang
KBRN, Sintang : Sejumlah warga pada Senin, 16 September 2024 mendatangi kantor PT. Permata Subur Lestari (PSL). Kedatangan mereka adalah karena merasa dirugikan akibat pembangunan jalan menuju perusahaan yang mengakibatkan matinya kebun karet milik warga.
Perwakilan warga, Petrus menyampaikan setidaknya ada seratus pokok karet yang sejak tahun 2018 tidak lagi bisa dikelola warga karena tergenang air akibat dari penimbunan jalan oleh PT. PSL dan sekarang karet-karet itu mati. Menurutnya, kedatangan warga ke kantor PT. PSL adalah menuntut pihak perusahaan untuk bertanggung jawab dan mengganti rugi kepada masyarakat atas hal yang menimpa masyarakat tersebut.
"Pihak perusahaan sudah menerima atensi kita dan siap mengganti rugi karet yang mati akibat peninggian badan jalan di poros menuju pabrik PSL di Sungai Ringin. Harapan kita ke depannya tidak ada lagi masyarakat kita yang dirugikan dan para investor juga bisa berinvestasi dengan nyaman sehingga tidak merugikan kedua belah pihak," ujar Petrus.
Sementara itu, pasca pertemuan dengan warga, Pjs. Manager PT. PSL, Helmy kepada awak media yang meliput aksi warga tersebut mengatakan pihaknya meminta waktu selama tujuh hari ke depan terkait dengan hasil pertemuan yang tertuang dalam berita acara.
"Kita tunggu kelanjutannya dalam tujuh hari kedepan, nanti akan ada keputusan, kan nanti akan ada mediasi lagi," terangnya.
Warga menyampaikan bahwa tanah warga yang terdampak akibat dari pembangunan jalan PT. PSL ini adalah sekitar 7.000 meter persegi. Dan sejak tahun 2023 warga sudah berusaha meminta solusi dari perusahaan terkait apa yang terjadi namun belum menemui titik temu sehingga aksi pada Senin, 16 September 2024 dilakukan oleh warga.
Warga berharap kasus ini bisa segera menemukan titik temu sehingga perusahaan bisa beraktifitas dengan lancar dan warga juga tidak merasa dirugikan akibat dari aktifitas perusahaan. Selain meminta ganti rugi, warga juga mempertanyakan legalitas PT. PSL karena menurut warga PT. PSL hanya mengantongi IUP. (dby)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....