Pulau Buku Limau Central Produksi Ikan Asin

  • 14 Sep 2024 20:39 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Belitung Timur: Buku Limau merupakan sebuah pulau yang berada di Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Pulau ini berjarak sekitar 43,8 kilometer dari Pelabuhan ASDP Manggar. Ingin menuju pulau ini, harus menggunakan transportasi laut.

Terdapat ratusan orang tinggal dan hidup di pulau yang memiliki daratan sekitar 54 hektare (Ha) tersebut. Pulau ini 100 persen dihuni suku bugis. Perputaran ekonomi pulau ini, sebagian besar nelayan.

Nelayan-nelayan di pulau ini bukan seperti nelayan pada umumnya, secara langsung menjual hasil tangkapan. Tetapi hasil tangkapan ikan nelayan di pulau ini rata-rata diproduksi menjadi ikan asin.

Pulau ini sekarang telah mendapat julukan, sentral industri kecil dan menengah (IKM) pembuatan ikan asin. Itu dibuktikan dengan adanya plang neon box yang terpasang di dekat dermaga Desa Pulau Buku Limau.

Satu diantara warga yang memproduksi ikan asin adalah Sumarni (32). Ibu dua anak tersebut telah memiliki usaha itu sejak 11 tahun silam. Produksi ikan asin yang dihasilkan olehnya setiap bulan bervariasi, tergantung cuaca dan bulan. Biasa dua ton, empat ton hingga tujuh ton.

"Kalau pada musim barat bisa dua sampai tiga ton sebulan, tapi kalau bulan bagus bisa sampai tujuh ton per bulan," ujar Sumarni, Sabtu (14/9/2024).

Harga jual dari ikan asin ini, mencapai Rp20 ribu per kilogram. Rata-rata ada pengepul yang mengambil produksi hasil ikan asin tersebut.

Setiap pengunjung yang datang, lanjutnya, pasti pulangnya akan membeli oleh-oleh khas Pulau Buku Limau, yakni ikan asin hasil produksi masyarakat Buku Limau.

Kades Buku Limau, Muhlisin berharap program-program yang dibuat oleh masyarakat sekitar bisa mendorong wisatawan untuk berkunjung ke pulau tersebut, sehingga masyarakat Buku Limau bisa benar-benar merasakan efek dari Desa Wisata Bahari.

"Harapannya dapat dukungan dari Pemerintah daerah maupun pusat. Tekadkan niat bahwa Beltim khusus Pulau Buku Limau punya sesuatu yang betul-betul dapat mendunia kalau kita betul mengelolanya," tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....