Panjang Abrasi Kritis di Bengkalis Capai 100 Kilometer

  • 26 Agt 2024 22:10 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis telah melakukan identifikasi terakhir pada awal 2024, dan mencatat panjang abrasi kritis di Kabupaten Bengkalis mencapai 100,85 kilometer. Demikian disampaikan oleh Muhammad Indra Budiman, ST, MT, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, dalam dialog interaktif "Negeri Junjungan Menyapa" dengan tema "Abrasi Mengancam Pulau Bengkalis", pada Senin, 26 Agustus 2024, di Studio RRI Bengkalis.

Ia menjelaskan abrasi yang terjadi di pesisir pantai disebabkan arus gelombang yang tinggi dan hutan mangrove yang mulai punah. Abrasi di Kabupaten Bengkalis terjadi di tiga wilayah yaitu Pulau Bengkalis, Pulau Rupat, dan wilayah Pesisir Sumatera.

“Di Pulau Bengkalis, abrasi terjadi di Kecamatan Bengkalis dengan panjang 24,5 kilometer, Kecamatan Bantan 50,1 kilometer, Kecamatan Rupat 17,3 kilometer, Rupat Utara 0,45 kilometer, Kecamatan Bandar Laksamana 4,2 kilometer, dan Kecamatan Bukit Batu 4,25 kilometer," ucapnya.

Pemerintah Daerah, Propinsi serta Pemerintah Pusat terus melakukan upaya dalam penanganan abrasi di Kabupaten Bengkalis. Sepanjang 37 kilometer breakwater atau bangunan pemecah gelambang sudah dibangun di pesisir pantai desa muntai barat, pambang pesisir dan di Desa jangkang’

“Selain membangun 37 kilometer breakwater, pada tahun 2023 pemerintah pusat melalui kementerian PUPR juga telah membangun breakwater sepanjang lebih kurang 700 meter," tambahnya.

Pada tahun 2024 ini dalam mengatasi abrasi juga membangun breakwater sepanjang 85 meter di pesisir pantai di Desa Sepahat Kecamatan Bandar Laksamana yang sekarang masih dalam proses pengerjaannya.

Selain penanganan abrasi dengan membangun breakwater, juga dibangun tanggul dari tanah serta tanggul pohon kelapa yang disusun dan semenisasi untuk mengantisipasi menghambat air pasang laut masuk ke lahan pertanian masyarakat.

“Setiap tahunnya abrasi dari pantai menggerus lahan pertanian masyarakat lebih kurang sepanjang 7 meter, sehingga air pasang laut masuk kelahan pertanian masyarakat. Tahun 2024 ini dari dana Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga dilakukan pembuatan tanggul dari seminisasi di Desa Api-Api Kecamatan Bandar Laksamana sepanjang 7 meter dengan anggaran biaya sebesar dua ratus juta lebih,”ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya dalam penanganan abrasi serta terus melakukan koordinasi dan penganggaran melalui Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Pusat. Bagi masyarakat yang mengetahui daerah terjadinya abrasi mohon dikoordinasikan dengan Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis agar segera dapat dilakukan survei.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....