Konferensi Meja Bundar Diperingati Setiap 23 Agustus

  • 24 Agt 2024 15:51 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang : Setiap 23 Agustus diperingati sebagai Hari Peringatan Konferensi Meja Bundar (KMB). Dikutip dari laman Kemdikbud.go.id, KMB merupakan sebuah konferensi yang diadakan di Den Haag, Belanda, pada 23 Agustus-2 November 1949 untuk menghentikan konflik antara Indonesia dan Belanda dalam bentuk pengakuan kedaulatan Republik Indonesia (RI).

Pihak Belanda sendiri menggunakan istilah ‘penyerahan kedaulatan’ dalam konferensi ini. Peserta konferensi ini ialah utusan-utusan dari Republik Indonesia, Belanda dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg, Majelis Permusyawaratan Federal), perhimpunan negara-negara bagian yang dibentuk oleh Belanda.

KMB merupakan salah satu bagian dari peristiwa yang mengakhiri Revolusi Indonesia. Melalui KMB, Belanda, dan kemudian dunia internasional, mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS), di mana RI merupakan salah satu negara bagiannya. KMB tidak hanya penting bagi Indonesia dan Belanda tetapi juga memiliki signifikansi besar dalam perkembangan hukum internasional.

Kemerdekaan Indonesia, yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Sukarno dan Mohamad Hatta ditolak Belanda. Belanda ingin melanjutkan kolonialismenya di Indonesia yang terhenti karena pendudukan Jepang tahun 1942-1945. Konflik bersenjata dan perselisihan diplomatik antara Indonesia dan Belanda terjadi segera sesudah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

KMB merupakan pengakuan bahwa Republik Indonesia adalah sebuah negara berdaulat yang merdeka. Di samping itu, melalui KMB bentuk negara juga mengalami perubahan, dari negara kesatuan menjadi negara federal. Semua negara bagian, yang terdiri atas enam belas negara (termasuk RI) sepakat untuk berada di bawah satu pemerintahan. Konstitusi Indonesia berubah dari UUD 1945 menjadi Konstitusi RIS.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....